HARIAN.NEWS, SURABAYA – Gelaran Surabaya Domino Tournament 2026 resmi ditutup pada Minggu (19/4/2026) di Grand City Convention Hall, menandai berakhirnya salah satu turnamen domino terbesar di tingkat nasional tahun ini.
Kompetisi yang digagas oleh Higgs Games Island (HGI) bersama PB PORDI tersebut sukses menarik 1.024 peserta atau 512 pasangan dari 17 provinsi di Indonesia.
Turnamen dengan total hadiah Rp200 juta ini menjadi sinyal kuat bahwa domino kian berkembang sebagai cabang olahraga pikiran (mind sport), sejajar dengan disiplin intelektual seperti catur dan bridge.
Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, berbeda dari permainan kasual, ajang ini dijalankan dengan standar profesional tinggi.
“Mulai dari sistem registrasi yang tertib, verifikasi peserta yang ketat, hingga penerapan prinsip 4N + 1T (No Judi, No Alkohol, No Narkoba, No Smoking, dan Tertib Ibadah) menjadi bagian dari upaya menjaga integritas kompetisi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa domino yang berada di bawah naungan organisasinya bukanlah aktivitas perjudian.
“Domino sebagai sarana silaturahmi sekaligus olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas,” bebernya.
Penyelenggaraan turnamen ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Surabaya dan KONI Jawa Timur.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, bahkan mendorong agar event serupa digelar dengan skala yang lebih besar ke depan, melihat tingginya antusiasme masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut,” bebernya.
Senada dengan itu, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menilai domino memiliki potensi besar sebagai wadah pembinaan prestasi.
“Olahraga ini membutuhkan kemampuan analisis dan strategi yang tidak kalah dengan cabang seperti catur maupun bridge,” bebernya.
Tak hanya berdampak pada dunia olahraga, turnamen ini juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian lokal.
“Kehadiran peserta dari berbagai daerah turut meningkatkan okupansi hotel dan mendorong pertumbuhan omzet pelaku UMKM di sekitar lokasi acara, menjadikan event ini sebagai bagian dari pengembangan sport tourism,” jelas Muhammad Nabil.
Lebih lanjut, Perwakilan HGI, Ray, menyebut keberhasilan di Surabaya sebagai bagian dari rangkaian tur nasional untuk membangun ekosistem domino yang lebih profesional dan kredibel.
“Sebelumnya, HGI juga sukses menggelar turnamen serupa di Sidenreng Rappang dengan jumlah peserta mencapai 3.000 orang,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa domino kini telah berevolusi dari sekadar permainan hiburan menjadi olahraga pikiran yang memiliki sistem, aturan, dan panggung kompetisi yang jelas.
Upaya memasyarakatkan domino profesional pun akan terus berlanjut melalui berbagai turnamen berskala besar.
Melihat tingginya minat masyarakat di Surabaya, rangkaian kompetisi akan dilanjutkan melalui event lanjutan seperti HGI City Cup 2026 dan Surabaya Fest.
Setelah ini, tur nasional HGI dijadwalkan berlanjut ke Padang dan Bekasi sebagai bagian dari upaya memperluas pembinaan atlet domino di seluruh Indonesia.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

