HARIAN.NEWS,MAMUJU – Tantangan serius bagi masyarakat di Dusun Rarani Selatan, Rarani Utara, dan Rarani Induk, Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, terungkap ketika musim hujan tiba.
Mereka sudah merugi selama beberapa tahun karena tambak ikan dan udang mereka terkena banjir yang disebabkan oleh sungai Rarani yang dangkal.
Piksal, seorang penyuluh dari dinas perikanan Kabupaten Mamuju, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini.
Masyarakat di Dusun Rarani mengandalkan pendapatan dari pertanian tambak ikan dan udang, dan banjir tahunan akibat luapan sungai sangat merugikan mereka. Bahkan, pada tahun 2023, banjir yang terjadi pada bulan Juni menghancurkan hasil panen yang hampir siap dipanen.
Masyarakat Rarani dengan tegas meminta pemerintah daerah Kabupaten Mamuju untuk segera melakukan perbaikan irigasi yang dangkal. Jika langkah ini tidak diambil, mereka akan terus mengalami kerugian setiap tahunnya. Ini adalah situasi yang mendesak dan memerlukan tindakan cepat dari pihak berwenang.
“Bahkan pada kejadian banjir luapan dari air sungai Rarani pada bulan 6 Tahun 2023 lalu itu, ada masyarakat yang sudah hampir panen, tetapi dengan adanya luapan sungai maka hasil panen mereka hanyut di hantam banjir,” ucapnya kepada harian.news, Kamis, 14 September 2023.
Piksal yang mewakili masyarakat Rarani meminta kepada pemerintah Kabupaten Mamuju untuk melakukan langkah untuk perbaikan irigasi yang dangkal, jika itu tidak dilakukan perbaikan maka masyarakat akan mengalami kerugian tiap tahunnya.**
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
