Logo Harian.news

Prabowo: Saya Dekat dengan Petani karena HKTI dan Pengalaman Tempur

Editor : Andi Awal Tjoheng Sabtu, 16 Mei 2026 23:50
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri kegiatan panen raya jagung serentak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (tangkaplayar_IG@presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri kegiatan panen raya jagung serentak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (tangkaplayar_IG@presidenrepublikindonesia)

HARIAN.NEWS, TUBAN – Presiden Prabowo Subianto memiliki ikatan batin yang kuat dengan para petani. Bukan sekadar retorika politik, kedekatan ini berakar dari dua pengalaman hidupnya: sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan sebagai komandan pasukan tempur.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam kegiatan panen raya jagung serentak dan peresmian pembangunan 10 gedung ketahanan pangan Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang dipantau secara daring dari Jakarta, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga : Lipstik Effect: Ketika Rakyat Disuruh Tenang Soal Dolar, Dapur Rumah Pilih Bertahan Cara Sendiri

“Saya merasa dekat dengan para petani karena saya cukup lama menjadi Ketua Umum HKTI,” ujar Presiden.

Komandan Tempur yang Pahit Pangan

Namun, cerita tak berhenti di situ. Prabowo lalu membawa suasana ke masa lalunya sebagai perwira militer.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 2026: Prabowo Tegaskan Transformasi Bangsa

“Saya dulu komandan pasukan tempur. Kita kalau berangkat operasi tempur, yang kita cek bukan peluru, tapi kita cek dulu ada beras atau tidak,” kenangnya.

Baginya, beras adalah amunisi sesungguhnya. Tanpa pangan, perhitungan lama operasi tak akan pernah akurat. Seberapa lama pasukan bisa bertahan di medan perang sangat ditentukan oleh ketersediaan logistik, terutama beras.

Pelajaran dari Sejarah Kemerdekaan

Baca Juga : Prabowo Pulang ke RI Usai Kunjungan di Paris

Prabowo juga merujuk pada akar sejarah bangsa. Pada masa perjuangan kemerdekaan, para tentara mendapat dukungan luar biasa dari rakyat biasa yang kebanyakan petani. Dukungan itu krusial karena saat itu tentara dan polisi masih banyak yang belum menerima upah memadai.

Solidaritas itu, kata Prabowo, tidak pernah pudar. Bahkan di masa modern, ketika ia masih menjadi taruna, warga desa tetap memberikan makanan yang mereka miliki kepada prajurit yang sedang berlatih.

“Itulah sejarah bagaimana saya semakin sadar waktu itu pentingnya para petani, para nelayan. Para petani dan para nelayan adalah produsen makanan untuk seluruh bangsa dan negara,” tegas Prabowo.

Baca Juga : Prabowo Tegas Basmi Backing Hijau-Coklat: Rakyat Diminta Rekam Video

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda