HARIAN.NEWS – Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut akan mengambil tanggung jawab penuh usai perang di Gaza berakhir. Ini adalah keterangan pertamanya usai tercapainya gencatan senjata pada Rabu (15/1/2025) kemarin.
“Pemerintah Palestina, di bawah arahan Abbas, telah menyelesaikan semua persiapan untuk mengambil alih tanggung jawab penuh di Gaza. Termasuk pemulangan tahanan, pemenuhan kebutuhan dan layanan dasar, manajemen silang dan rekonstruksi wilayah yang hancur dilanda perang,” kata Abbas dalam keterangan resminya, dilansir AFP melalui kumparan, Jumat (17/1/2025).
Baca Juga : Mentan Amran Serius Membahas Pangan Untuk Rakyat Palestina
Sejauh ini, Gaza berada di bawah kendali Hamas rival dari Otoritas Palestina, yang didominasi gerakan Fatah, dan memerintah di Tepi Barat.
Hamas sendiri memenangkan pemilu legislatif Palestina pada 2006. Mereka juga tidak menunjukkan keinginan untuk memerintah kawasan Gaza pasca konflik.
Sumber Hamas mengatakan kepada AFP, mereka akan memberikan urusan sipil Gaza, kepada entitas Palestina.
Baca Juga : Deng Ical Sambut Baik Deklarasi New York yang Dukung Berdirinya Negara Palestina
Sementara Israel sendiri belum punya sikap yang definitif terkait pemerintahan Gaza pasca perang, selain menolak Hamas atau Otoritas Palestina.
Ini adalah sikap dari mayoritas pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Israel merasa, memberikan tanggung jawab untuk memerintah Gaza kepada Hamas atau Otoritas Palestina, seolah-olah memberikan hadiah bagi serangan 7 Oktober 2023.
Tapi, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan pada pekan lalu, bahwa seharusnya Otoritas Palestina lah yang menjalankan pemerintah di kawasan pantai ini.
Baca Juga : Kyai Cholil Apresiasi Respons Cepat Mentan Amran Kirim Bantuan Beras untuk Palestina
Para petinggi Palestina dari berbagai faksi juga sepakat, bahwa Palestina lah yang paling berhak untuk memutuskan nasib Gaza. Tanpa ada campur tangan dari luar.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

