Para pelaku biasanya memanfaatkan harga komoditas yang fluktuatif dan sulit diverifikasi untuk menyembunyikan selisih harga.
Peringatan untuk Semua: Jaga Transparansi, Hentikan Kebocoran
Gibran tidak hanya membeberkan masalah. Ia juga menegaskan perlunya penanganan serius. Transparansi data perdagangan, penguatan sistem verifikasi bea cukai, dan kerja sama internasional menjadi kunci.
Baca Juga : Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Gibran di Istiqlal Jakarta
“Ini soal keadilan ekonomi. Jangan sampai praktik-praktik seperti ini terus terjadi tanpa sanksi tegas,” pesannya.
Alarm bagi Seluruh Pemangku Kebijakan
Baca Juga : Ketika Wapres Gibran dan Mentan Amran Kompak Dorong Rice Transplanter di Ngawi
Pernyataan Wapres Gibran ini sekaligus menjadi alarm bagi Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, dan seluruh aparat penegak hukum. Jika tidak segera ditindaklanjuti, Indonesia bakal terus kehilangan sumber daya finansial yang seharusnya menjadi fondasi pembangunan nasional.
Satu hal yang pasti: perang melawan trade misinvoicing baru saja dimulai. ***
Baca Juga : Wapres Gibran Dorong Anak Muda Kembangkan AI di Indonesia
DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan resmi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 12 April 2026. Data yang digunakan bersumber dari Sekretariat Wakil Presiden.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
