Logo Harian.news

UIN Alauddin Gandeng Kampus Malaysia dan Tazkia Bogor Perkuat Kolaborasi Ekonomi Syariah

Editor : Redaksi II Jumat, 13 Maret 2026 17:38
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar seminar internasional bertajuk "Well Being and Poverty in Muslim World". (Dok. UIN)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar seminar internasional bertajuk "Well Being and Poverty in Muslim World". (Dok. UIN)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar seminar internasional bertajuk “Well Being and Poverty in Muslim World”, Senin, 13 Maret 2023.

Kegiatan yang diinisiasi Jurusan Manajemen bekerja sama dengan Jurusan Ekonomi Islam ini menjadi forum akademik untuk membahas strategi meningkatkan kesejahteraan dan menekan angka kemiskinan di negara-negara Muslim.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, FEBI UIN Alauddin juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan University Malaysia Kelantan (UMK), Malaysia, dan Institut Agama Islam Tazkia Bogor sebagai langkah memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Seminar dipandu Ketua Jurusan Manajemen FEBI UIN Alauddin, Dr. Hj. Rika Dwi Ayu Parmitasari, S.E., M.Com, dengan menghadirkan narasumber internasional, Prof. Dr. Wan Ahmad Amir Zal dari University Malaysia Kelantan dan Dr. Bayu Taufik Possumah dari Institut Agama Islam Tazkia Bogor. Hadir pula sebagai pembicara lokal Miftah Farid, S.E., M.M. dan Dr. Parakkasi, M.M.

Mewakili pimpinan fakultas, Wakil Dekan II FEBI UIN Alauddin, Dr. Hj. Rahmawati Muin HS, S.Ag., M.Ag., mengatakan persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan besar yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia.

“Pandemi Covid-19 dalam tiga tahun terakhir menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi ekonomi dan meningkatkan jumlah masyarakat yang hidup dalam kemiskinan,” ujarnya saat membuka seminar.

Ia berharap seminar internasional tersebut mampu melahirkan gagasan dan strategi yang dapat diterapkan dalam upaya pengentasan kemiskinan, sekaligus mendorong peran lembaga keuangan syariah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga forum ini dapat memberikan wawasan baru bagi pelaku usaha, akademisi, dan mahasiswa, sekaligus mendorong lembaga-lembaga syariah dan perbankan untuk semakin berkontribusi dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. Wan Ahmad Amir Zal menilai kemiskinan merupakan persoalan global yang harus dijawab melalui kolaborasi dan inovasi, bukan dipandang sebagai sebuah musibah semata.

“Kemiskinan adalah tantangan bagi umat Islam. Yang terpenting adalah sejauh mana kita mampu menghadirkan strategi dan kontribusi nyata untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu instrumen penting dalam ekonomi Islam adalah zakat. Menurutnya, pengelolaan zakat secara profesional dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi angka kemiskinan.

Prof. Wan Ahmad Amir Zal mencontohkan Malaysia yang telah membentuk Pusat Pungutan Zakat (PPZ) sejak 1991 dengan sistem pengelolaan modern dan profesional. Model tersebut dinilai berhasil memperkuat distribusi zakat kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan umat.

Melalui seminar internasional dan kerja sama lintas perguruan tinggi tersebut, FEBI UIN Alauddin Makassar berharap dapat memperluas jejaring akademik internasional sekaligus menghasilkan berbagai gagasan dan penelitian yang berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi Islam dan pengentasan kemiskinan di dunia Muslim.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda