Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., yang mewakili program Mannennungeng, menjelaskan bahwa pupuk kompos yang dimanfaatkan merupakan hasil pelatihan pengolahan limbah pertanian dan peternakan yang sebelumnya telah diberikan kepada masyarakat.
“Kami bersyukur pupuk kompos hasil program Mannennungeng dapat langsung dimanfaatkan oleh KWT Anggrek. Hal ini menjadi bukti bahwa program pemberdayaan yang kami jalankan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi mampu menghasilkan manfaat nyata yang dapat terus dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga : Narasi yang Timpang sebagai Provokasi Halus
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Integrasi program Desa Berkarya dan Mannennungeng juga menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola sumber daya secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
