“Beliau memiliki kepedulian yang nyata terhadap guru. Saya yakin amanah ini akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan pendidikan di Gowa,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Darmawangsyah juga memberikan motivasi kepada kontingen PGRI Kabupaten Gowa yang akan mengikuti Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porseni) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Sidrap agar mampu mengharumkan nama daerah.
Komitmen Perjuangkan Guru
Usai dikukuhkan, Andi Tenri Indah mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyebut amanah sebagai Bunda Guru bukan sekadar simbol, tetapi menjadi tanggung jawab moral untuk terus mendampingi dan memperjuangkan kesejahteraan para tenaga pendidik.
“Ini merupakan amanah besar yang akan saya jalankan dengan penuh dedikasi. Saya ingin terus membersamai perjuangan guru agar semakin dihargai dan mendapatkan hak-haknya secara layak,” katanya.
Baca Juga : Dorong Pengembangan UMKM Lokal, Dekranasda Gowa Hadirkan Galeri Mini Pusat Pembinaan
Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, guru merupakan fondasi utama pembangunan bangsa karena berperan membentuk karakter, moral, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, guru dituntut terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi dengan transformasi pendidikan. Namun, peningkatan kualitas guru harus diiringi dengan perhatian terhadap kesejahteraan serta perlindungan profesinya.
“Guru berhak memperoleh kesejahteraan, perlindungan, dan rasa aman dalam menjalankan tugas. Ketika hak-hak mereka terpenuhi, kualitas pendidikan juga akan meningkat,” tegasnya.
Baca Juga : Wakil Bupati Gowa dan Pengurus HNSI Bahas Pengembangan Potensi Nelayan hingga Wisata
Gowa Jadi Pelopor di Sulsel
Sekretaris PGRI Sulawesi Selatan, Dr Abdi, mengatakan pengukuhan Bunda Guru PGRI Kabupaten Gowa merupakan momentum bersejarah karena menjadi yang pertama dilaksanakan di Sulawesi Selatan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
