Manfaatkan Masa Kuliah Secara Maksimal
Wamenaker juga memberikan pesan praktis: jangan sia-siakan masa kuliah. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai program pengembangan diri seperti pelatihan keterampilan, program magang, dan uji kompetensi.
Baca Juga : Kemnaker-Komisi IX Perkuat MagangHub 2026 demi Lapangan Kerja
“Jadikan masa kuliah sebagai kesempatan emas untuk terus belajar dan mengasah kemampuan. Pengalaman dan pengakuan kompetensi akan menjadi nilai tambah besar saat memasuki pasar kerja,” ujarnya.
Afriansyah menekankan, perubahan terjadi begitu cepat. Mereka yang tidak beradaptasi akan tertinggal. Karena itu, sikap adaptif, produktif, dan proaktif dalam mengembangkan diri menjadi kunci.
Kolaborasi Lintas Sektor
Baca Juga : Wamenaker Ajak Generasi Muda Optimalkan Potensi Digital di Sektor UMKM
Lebih lanjut, Afriansyah menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan industri.
“Kolaborasi ini penting agar kurikulum dan program pelatihan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Jangan sampai ada mismatch antara apa yang diajarkan di kampus dan apa yang dibutuhkan industri,” tegasnya.
Daya Saing Indonesia di Mata Global
Baca Juga : Wamenaker Mediasi PHK 133 Pekerja PT Amos Indah
Penguatan tiga pilar ini, menurut Afriansyah, bukan hanya untuk kepentingan individu mahasiswa, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. SDM yang unggul, tersertifikasi, dan kompeten akan menjadi modal utama Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
“Tenaga kerja yang adaptif, produktif, dan bersertifikat akan memperkuat posisi Indonesia. Ini tentang masa depan bangsa,” pungkasnya.
Respons Dunia Kampus
Baca Juga : Wamenaker: Serikat Pekerja PLN Harus Jadi Mitra Strategis Manajemen
Seminar MBCN 2026 ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Para peserta menyambut positif arahan Wamenaker. Banyak yang menyadari bahwa sertifikasi kompetensi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan di era kompetisi ini.
Beberapa peserta seminar mengungkapkan rencana untuk segera mengikuti program uji kompetensi dan magang industri sebelum lulus. Mereka memahami bahwa bekal akademik harus dilengkapi dengan bukti kompetensi yang terstandarisasi. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
