Logo Harian.news

HARIAN HEALTH

Waspada Hantavirus: Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahan yang Wajib Diketahui

Editor : Andi Awal Tjoheng Selasa, 12 Mei 2026 15:07
Hantavirus, virus langka yang umumnya ditularkan dari hewan pengerat ke manusia (Foto/dok: Live Science)
Hantavirus, virus langka yang umumnya ditularkan dari hewan pengerat ke manusia (Foto/dok: Live Science)

Dalam empat hingga sepuluh hari setelah gejala awal, kondisi dapat berkembang menjadi batuk, sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, serta syok.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut sekitar 38% pasien dengan gangguan pernapasan akibat HCPS meninggal dunia.

“Sekitar 38% pasien yang mengalami gejala gangguan pernapasan tersebut meninggal dunia akibat penyakit ini,” menurut CDC.

Sedangkan untuk gejala HFRS, jenis ini ini memiliki tingkat kematian lebih rendah, yakni antara 1% hingga 15%, tergantung jenis virusnya.

Gejalanya meliputi sakit kepala berat, nyeri punggung dan perut, demam, mual, serta penglihatan kabur. Pada tahap lanjut, penderita dapat mengalami tekanan darah rendah, pendarahan internal, hingga gagal ginjal.

Pengobatan Hantavirus

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk hantavirus. Penanganan medis difokuskan untuk meredakan gejala dan menjaga kondisi pasien tetap stabil.

Pasien dengan gangguan pernapasan mungkin memerlukan alat bantu napas, sementara pasien dengan kerusakan ginjal berat dapat membutuhkan cuci darah atau dialisis.

Pencegahan Hantavirus

CDC menyarankan masyarakat untuk meminimalkan kontak dengan tikus liar guna mengurangi risiko infeksi hantavirus.

Langkah pencegahan antara lain menyimpan makanan di tempat tertutup, menutup lubang masuk tikus di rumah atau garasi, menggunakan perangkap tikus, serta membersihkan kotoran tikus dengan prosedur aman.

Untuk Andes virus yang dapat menular antar manusia, WHO menekankan pentingnya identifikasi dini, isolasi pasien, serta penerapan kebersihan tangan dan alat pelindung diri.

“Selama terjadi wabah atau ketika terdapat dugaan kasus, identifikasi dini dan isolasi terhadap kasus, pemantauan terhadap kontak erat, serta penerapan langkah-langkah standar pencegahan infeksi sangat penting untuk membatasi penyebaran lebih lanjut,” ujar WHO.

Kasus Terkini Hantavirus

Pada Februari 2025, pianis klasik Amerika sekaligus pebisnis Betsy Arakawa, istri aktor terkenal Gene Hackman, dilaporkan meninggal dunia akibat HCPS.

Sementara itu, pada April 2026, kapal pesiar MV Hondius mengalami klaster kasus hantavirus yang kemudian dikonfirmasi disebabkan oleh Andes virus. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda