HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham resmi membuka Sao Raja Tana Daeng Festival 2026 yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Makassar di Plaza Sunset CPI, Sunset Quay, Sabtu (18/7/2026).
Festival yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Juli, menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus upaya memperkuat identitas Kota Makassar melalui pertunjukan seni, tradisi, serta pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.
Dalam sambutannya, Aliyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival, mulai dari Dinas Kebudayaan, komunitas seni dan budaya, pelaku UMKM, sponsor, hingga masyarakat yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, festival budaya tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana memperkuat jati diri daerah di tengah perkembangan zaman.
“Festival ini merupakan ruang untuk merawat jati diri, memperkuat karakter bangsa, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ujarnya.
Aliyah menegaskan, Makassar sebagai kota yang tumbuh dalam keberagaman harus terus menjadikan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan. Seni, tradisi, bahasa, adat istiadat, hingga kuliner lokal perlu terus dilestarikan sekaligus dikembangkan secara kreatif agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Ia berharap Sao Raja Tana Daeng Festival mampu menjadi wadah lahirnya kreativitas baru, memperkuat ekosistem kebudayaan, membuka ruang kolaborasi lintas generasi, serta memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Makassar.
Selain itu, Aliyah mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut berperan menjaga dan mengembangkan warisan budaya sebagai identitas daerah.
“Budaya bukan sekadar warisan yang kita terima, tetapi amanah yang harus kita jaga, kita hidupkan, dan kita wariskan kembali dengan penuh kebanggaan kepada generasi selanjutnya,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Aliyah secara resmi membuka Sao Raja Tana Daeng Festival 2026 dan berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan, perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar, akademisi, praktisi budaya, serta jajaran perangkat daerah Pemerintah Kota Makassar.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
