HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Minggu malam di Warkop DK10 selalu punya cerita.
Lampu temaram, kopi hitam pekat, dan gorengan yang entah sudah keberapa kali dipanaskan, jadi saksi kumpulnya tiga sahabat rasa saudara: Om Haria, Mas Bro, dan Deng Kio.
Baca Juga : ASN Sulsel Resmi Jadi Komcad, Wabup Sinjai: Bentuk Kecintaan pada NKRI
Belum juga kopi dingin, obrolan sudah panas duluan.
“Sekarang ASN tiap Jumat WFH, ya?” buka Om Haria sambil aduk kopi pelan.
Deng Kio langsung nimbrung,
“Wah, enak dong. Jumat rasa libur.”
Baca Juga : Baik-Buruk Itu Paket, Bukan Pilihan!
Mas Bro yang dari tadi fokus sama pisang goreng, langsung angkat kepala.
“Eh, jangan salah. WFH itu kerja dari rumah, bukan rebahan full edition.”
Om Haria ketawa kecil.
“Betul itu. Apalagi yang layanan publik, tetap jalan. Nggak bisa tiba-tiba hilang kayak sinyal pas hujan.”
Deng Kio manggut-manggut.
“Berarti Puskesmas tetap buka dong?”
Baca Juga : Laki-Laki Hebat? Jangan Lupa yang di Balik Layar!
“Harus!” jawab Mas Bro cepat.
“Coba bayangin kalau orang sakit, datang Jumat, tapi petugasnya lagi WFH sambil nyapu halaman. Bisa runyam.”
Tiba-tiba dari meja sebelah, suara nyeletuk masuk tanpa permisi.
“Yang bahaya itu kalau WFH tapi pikirannya juga ikut libur!”
Baca Juga : Haji Jalur Cepat vs Jalur Sabar, Pilih Mana?
Ternyata Daeng La’lang, sahabat setia yang selalu muncul di momen tak terduga.
Om Haria langsung nyengir.
“Ini dia komentator dadakan.”
Mas Bro lanjut serius tapi santai,
“Intinya begini. Masyarakat itu nggak peduli ASN kerja dari mana. Mau di kantor, di rumah, atau di atas gunung sekalipun—yang penting urusan beres.”
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
