Logo Harian.news

134 Narapidana High Risk Dipindahkan ke Nusakambangan

Editor : Andi Awal Tjoheng Senin, 08 Juni 2026 18:13
134 narapidana high risk dari 4 wilayah dipindahkan ke Nusakambangan  || (tangkaplayar_X)
134 narapidana high risk dari 4 wilayah dipindahkan ke Nusakambangan || (tangkaplayar_X)

“Tujuan pemindahan ini adalah pemberian pembinaan dan pengamanan yang tepat, sesuai dengan tujuan Pemasyarakatan mewujudkan warga binaan yang mandiri dan menyadari kesalahannya untuk kembali ke masyarakat,” paparnya.

Kebijakan ini sejalan dengan visi sistem pemasyarakatan Indonesia yang berfokus pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Baca Juga : Meity Rahmatia Soroti Overkapasitas Lapas di Indonesia

Fakta menarik terungkap dari data Ditjenpas. Selama masa kepemimpinan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, total 2.834 narapidana kategori high risk telah dipindahkan ke Nusakambangan.

Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menata ulang sistem pemasyarakatan, khususnya dalam mengelola narapidana dengan tingkat risiko tinggi. Nusakambangan, yang dikenal sebagai “Alcatraz-nya Indonesia,” dipilih karena fasilitas dan sistem keamanannya yang teruji.

Pulau Nusakambangan memang memiliki reputasi sebagai lapas dengan keamanan tertinggi di Indonesia. Terletak di lepas pantai selatan Jawa Tengah, pulau ini menjadi tempat penempatan narapidana dengan kategori khusus, termasuk teroris, koruptor kelas kakap, dan napi berbahaya lainnya.

Baca Juga : Ganjar Ingin Penjarakan Koruptor di Nusakambangan: Biar ada Efek Jera

Dengan penambahan 134 napi kali ini, kapasitas dan sistem pengamanan Nusakambangan terus diperketat untuk memastikan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk melarikan diri atau melakukan aktivitas kriminal dari dalam lapas.

Ditjenpas berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan monitoring terhadap seluruh warga binaan di Nusakambangan. Penempatan di lapas berkeamanan maksimal bukan berarti menutup kesempatan untuk pembinaan.

Justru, di Nusakambangan, napi mendapatkan program pembinaan yang lebih intensif dan terstruktur. Hal ini sejalan dengan prinsip pemasyarakatan yang tidak hanya menghukum, tetapi juga mempersiapkan napi untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.

Baca Juga : Alumni DPD KNPI Sulsel Berencana Besuk Haris Yasin Limpo di Lapas

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda