HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa tahun ini pemerintah akan memulai sedikitnya 15 mega proyek dengan nilai investasi mencapai miliaran dolar.
Presiden Prabowo Subianto berencana Proyek-proyek ini akan dijalankan dengan modal sendiri tanpa ketergantungan pada investor asing.
Baca Juga : Merger Gerindra – NasDem dan Nasib Anies di Pilpres 2029: Peluang atau Jalan Buntu?
“Kita akan mulai tahun ini minimal 15 mega proyek yang (nilainya) miliar dolar,” ujar Prabowo dalam pidatonya di acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Partai Gerindra pada Sabtu (15/2/2025) malam.
Meskipun demikian, Prabowo menegaskan bahwa jika ada investor luar negeri yang tertarik untuk berpartisipasi, pemerintah akan terbuka. Namun, Indonesia tidak akan bergantung pada investasi asing.
“Kita mulai tanpa kita minta-minta investasi dari luar negeri. Ada yang datang dari luar, saya bilang silakan. Anda mau masuk ke Indonesia, kami terbuka. Tapi kita tidak akan mengemis. Kita akan bangkit dengan kekuatan kita sendiri,” tegasnya.
Baca Juga : Isu Akuisisi NasDem Menguat, Pertemuan Elit di Hambalang Jadi Sorotan
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengungkapkan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danatara akan mulai beroperasi pada 24 Februari 2025. Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, Prabowo meminta agar pengawasan terhadap dana tersebut melibatkan organisasi keagamaan dan para mantan presiden.
“Ini harus kita jaga bersama karena itu saya minta semua presiden sebelum saya berkenan ikut menjadi pengawas di dana ini. Saya juga berpikir kalau perlu pimpinan NU, pimpinan Muhammadiyah, dari KWI, dan juga yang lain ikut juga membantu mengawasi,” jelas Prabowo.
BPI Danatara sendiri akan mengelola dana sebesar Rp980 miliar, yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam mendukung proyek-proyek besar pemerintah.
Baca Juga : Aklamasi! Menlu Sugiono Jadi Ketum IPSI 2026-2030 Gantikan Prabowo
Sebagai bagian dari strategi pembangunan, pemerintah juga telah melakukan pemangkasan anggaran dalam dua tahap besar. Pada tahap pertama, anggaran dipangkas hingga Rp300 triliun. Sementara itu, pada tahap kedua, jumlah pemangkasan hampir serupa, yakni Rp308 triliun.
“Penghematan putaran pertama dari Kementerian Keuangan yang disisir pertama Rp300 triliun. Penghematan kedua Rp308 triliun,” ujar Prabowo.
Pemangkasan ini dilakukan untuk memastikan efektivitas belanja negara serta mengoptimalkan sumber daya yang ada guna mempercepat pembangunan nasional.
Baca Juga : Pemerintah Sesuaikan Jadwal Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari Seminggu
Dengan berbagai langkah strategis ini, Prabowo menegaskan komitmennya untuk membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi dan pembangunan yang lebih maju tanpa ketergantungan pada pihak asing.
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

