HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemerintah Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat, sedikitnya ada 7.221 hektar sawah terendam banjir akibat cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan beberapa hati terakhir di sejumlah daerah di Sulsel.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulawesi Selatan Imran Jausi, saat menghadiri reses DPR RI.
Baca Juga : Andi Amran Sulaiman Targetkan Kontrak Cetak Sawah 101 Ribu Hektare Tuntas dalam Sebulan
Imran, sapannya mengatakan, lahan ini di kabupaten yang terrendam banjir di antaranya ada di Enrekang, Sidrap, Luwu, Wajo, Sinjai dan Toraja.
“Kondisi kami di Sulsel saat ini setidak 7.221 hektar lahan penanaman padi terendam banjir, ini kondisi yang sangat buruk,” ujarnya.
Kemudian untuk pertanaman jagung setidaknya 140 hektar terendam akibat cuaca ekstrem. Sehingga perlu ada penanganan serius dan target target untuk mengatasi produksi.
Baca Juga : Produktivitas Padi Naik Dua Kali Lipat, DPR RI Puji Program Panen Raya di Pati
Salah satu solusi adalah penyediaan cadangan benih padi dan jagung, oleh pemerintah pusat kepada Provinsi Sulsel.
“Persoalannya adalah ini dari tahun ke tahun, ketika mengalami banjir dan kekeringan kami selalu meminta kepada Menteri Pertanian untuk membantu cadangan benih,” jelasnya
Kata Imran, penyediaan cadanag benih harusnya dijadikan kebijakan nasional, mengingat siklus Indonesia yang sudah jelas.
Baca Juga : Bupati Jeneponto Pimpin Rapat Forkopimda Tangani Cuaca Ekstrem
“Siklus musim kita jelas kalau musim kemarau pasti ada yang kering, bertepatan dengan musim hujan pasti banjir,” terangnya.
Jika kondisi seperti Sulsel dibiarkan terus menerus terjadi, Imran memastikan jumlah panen raya tidak sesuai dengan prediksi Bulog dan Bapanas.
“Kalau terendam terus, dan tidak ada benih cadangan, sudah dipastikan hasil panen tidak sesuai dengan jumlah yang sudah dipaparkan,” tandasnya.
Baca Juga : Bupati Pati Ditangkap KPK saat Warganya Hadapi Musibah Banjir
(NURSINTA)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

