HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemerintah Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat, sedikitnya ada 7.221 hektar sawah terendam banjir akibat cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan beberapa hati terakhir di sejumlah daerah di Sulsel.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulawesi Selatan Imran Jausi, saat menghadiri reses DPR RI.
Baca Juga : Hujan Petir Mencekam! Alasan Laga Prancis vs Irak Ditunda 2 Jam
Imran, sapannya mengatakan, lahan ini di kabupaten yang terrendam banjir di antaranya ada di Enrekang, Sidrap, Luwu, Wajo, Sinjai dan Toraja.
“Kondisi kami di Sulsel saat ini setidak 7.221 hektar lahan penanaman padi terendam banjir, ini kondisi yang sangat buruk,” ujarnya.
Kemudian untuk pertanaman jagung setidaknya 140 hektar terendam akibat cuaca ekstrem. Sehingga perlu ada penanganan serius dan target target untuk mengatasi produksi.
Baca Juga : Sinjai, Kabupaten Ramah Banjir? Warga Soroti Penanganan Lingkungan dan Drainase
Salah satu solusi adalah penyediaan cadangan benih padi dan jagung, oleh pemerintah pusat kepada Provinsi Sulsel.
“Persoalannya adalah ini dari tahun ke tahun, ketika mengalami banjir dan kekeringan kami selalu meminta kepada Menteri Pertanian untuk membantu cadangan benih,” jelasnya
Kata Imran, penyediaan cadanag benih harusnya dijadikan kebijakan nasional, mengingat siklus Indonesia yang sudah jelas.
Baca Juga : Banjir di Bone, Lansia Meninggal, Bupati Terjunkan Tim Darurat
“Siklus musim kita jelas kalau musim kemarau pasti ada yang kering, bertepatan dengan musim hujan pasti banjir,” terangnya.
Jika kondisi seperti Sulsel dibiarkan terus menerus terjadi, Imran memastikan jumlah panen raya tidak sesuai dengan prediksi Bulog dan Bapanas.
“Kalau terendam terus, dan tidak ada benih cadangan, sudah dipastikan hasil panen tidak sesuai dengan jumlah yang sudah dipaparkan,” tandasnya.
Baca Juga : Banjir Jakarta Pagi Ini: 12 RT Terdampak, Wilayah Jaksel Ini Terendam hingga 50 Cm
(NURSINTA)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
