Gowa Gelar Hari Desa Nasional, Bantu Kemandirian Desa dengan Teknologi Digital
HARIAN.NEWS, GOWA – Bertema, Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan Untuk Indonesia, peringatan Hari Desa Nasional ( HDN) tingkat Kabupaten Gowa berjalan meriah.
Baca Juga : Baznas Gowa Alokasikan 1,6 Miliar untuk Program LACAK, Fokus Kemiskinan Ekstrem
Peringatan HDN tahun 2026, kali ini terbilang istimewa, Pemkab Gowa membuat terobosan dengan menyatukan Hari Desa dengan pelaksanaan One Day One Distrik dan dihadiri langsung Bupati dan Wakil Bupati Gowa beserta jajaran Forkopimda dimana lokasi pelaksanaannya di desa Bontobiraeng Selatan Kecamatan Bontonompo.
Bupati Talenrang menyampaikan Hari Desa Nasional yang diperingati setiap 15 Januari menjadi momentum penting untuk memperkuat peran desa sebagai subjek pembangunan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi.
“Desa bukan lagi objek pembangunan, tetapi menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Indonesia akan kuat apabila desa kita maju, mandiri, dan sejahtera,” ungkapnya.
Baca Juga : Gowa Menjadi Kediaman Empat Naga Politik Sulsel
Ia menyebutkan, dari 121 desa yang ada di Kabupaten Gowa, terdapat 92 desa yang masuk dalam kategori mandiri, 25 desa maju, dan 4 desa berkembang. Hal tersebut menunjukkan bahwa di Kabupaten Gowa sudah tidak ada lagi desa berstatus tertinggal maupun sangat tertinggal.
“Desa berstatus Mandiri kita sebanyak 92 desa yang artinya desa ini memiliki perekonomian yang kuat, pelayanan dasar yang terpenuhi, serta infrastruktur yang memadai. Sementara Desa Maju 25 desa yang menunjukkan pertumbuhan yang baik menuju kemandirian, dan Desa Berkembang berarti dalam tahap peningkatan kapasitas pelayanan, ekonomi, dan infrastruktur,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam mendorong kemandirian dan kemajuan desa, pihaknya melaunching inovasi dan digitalisasi desa, yakni Aplikasi Sistem Informasi Administrasi dan Kelembagaan Desa (SIAP PAKDE).
Baca Juga : BRI Sungguminasa Serahkan Ambulance Program BRI Peduli TJSL kepada Pemerintah Kabupaten Gowa
Dimana aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan transparansi pelayanan serta memudahkan akses informasi bagi masyarakat melalui smartphone dan platform digital.
“Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengetahui data apa saja termasuk penerima bantuan, program pemerintah, data miskin ekstrem dan data lainnya, termasuk kami pemerintah daerah juga dapat melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa, khususnya dalam menyelesaikan persoalan di wilayah masing-masing,” sebut bupati perempuan pertama di Gowa ini.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
