Logo Harian.news

Dari Pangan Sehat Sukseskan Program MBG ke Obat Herbal: Pertemuan Taruna Ikrar dan Amran Sulaiman Perkuat Kemandirian Nasional

Editor : Redaksi Kamis, 22 Januari 2026 11:25
Menteri Pertanian dan Kepala BPOM RI. (Dok. IST)
Menteri Pertanian dan Kepala BPOM RI. (Dok. IST)

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. Dr. Taruna Ikrar bertemu dengan Menteri Pertanian RI Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP untuk membahas penguatan sinergi nasional dalam mendukung agenda pangan sehat dan pengembangan obat berbasis herbal.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis memperkuat kemandirian Indonesia dari hulu hingga hilir mulai dari ketahanan gizi masyarakat hingga pemanfaatan kekayaan hayati Nusantara sebagai sumber kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya memastikan program Makan Bergizi berjalan tidak hanya cukup dari sisi kandungan gizi, tetapi juga terjamin keamanan, mutu, dan manfaatnya. BPOM RI menegaskan komitmen untuk memperkuat pengawasan pangan, khususnya pada rantai produksi dan distribusi, agar konsumsi pangan masyarakat dapat benar-benar menjadi fondasi kesehatan bangsa.

Baca Juga : Pakar Hukum Dukung Ketegasan Mentan Amran Bongkar Penyelundupan Beras

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyampaikan bahwa penguatan gizi dan kesehatan masyarakat merupakan investasi masa depan yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan, BPOM siap mengambil peran aktif mendukung program nasional yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat, terutama generasi muda dan keluarga Indonesia.

Sejalan dengan itu, BPOM RI menyatakan komitmen penuh untuk mensupport Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam memastikan aspek gizi dan kesehatan berjalan optimal, terukur, dan aman.

Dukungan tersebut dilakukan melalui penguatan standar keamanan pangan, pembinaan pelaku penyedia pangan, hingga pengawasan agar pelaksanaan program tetap sesuai ketentuan dan terhindar dari potensi risiko yang merugikan masyarakat.

Baca Juga : Taruna Ikrar Kepala BPOM Dorong UMKM Kosmetik Bersaing Global, Potensi Ekonomi hingga Rp 158 Triliun per Tahun

Selain isu pangan sehat, pertemuan juga membahas penguatan konsep “Apotek Hidup”, yaitu gerakan pemanfaatan tanaman obat di lingkungan keluarga dan komunitas sebagai bagian dari pendekatan promotif-preventif kesehatan. Konsep ini dinilai relevan sebagai solusi jangka panjang yang mendekatkan masyarakat pada kebiasaan hidup sehat, sekaligus membuka peluang ekonomi melalui budidaya tanaman obat dan bahan baku herbal.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran besar bukan hanya dalam menyediakan bahan pangan, tetapi juga bahan baku strategis untuk mendukung industri kesehatan nasional.

Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi bangsa yang mandiri melalui penguatan produktivitas pertanian, diversifikasi pangan sehat, serta pengembangan komoditas herbal unggulan yang berdaya saing.

Baca Juga : Swasembada Pangan Terjaga, Cadangan Beras Aceh Tertinggi di Sumatera

Kedua pihak juga membahas peluang penguatan ekosistem herbal Indonesia agar dapat berkembang menjadi produk yang aman, berkualitas, dan dipercaya masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan tanaman obat tidak hanya tumbuh sebagai warisan budaya, tetapi menjadi kekuatan nasional yang terstandardisasi mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pengawasan mutu produk akhir.

Sebagai tindak lanjut, BPOM RI dan Kementerian Pertanian berkomitmen memperkuat koordinasi dalam pengembangan sistem pangan sehat dan obat herbal berbasis potensi lokal. Sinergi ini diharapkan mendorong lahirnya Indonesia yang semakin mandiri, tangguh, dan sehat dengan pondasi kuat pada pangan bergizi, pengawasan yang tegas, serta pemanfaatan herbal Nusantara sebagai kekayaan strategis bangsa pungkas taruna

Baca Juga : Indonesia–Singapura Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan, BPOM RI Terima Apresiasi WHO Listed Authority dan HUT ke-25

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda