Logo Harian.news

ADWI 2024, Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf Puji Desa Wisata Mattabulu Soppeng

Editor : Gita Senin, 01 Juli 2024 19:00
ADWI 2024, Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf Puji Desa Wisata Mattabulu Soppeng

HARIAN.NEWS, SOPPENG – Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, masuk dalam 50 desa wisata terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

Direktur Tata Kelola Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Florida Pardosi, telah melakukan kunjungan ke wilayah yang berada di ketinggian 1000 meter di atas permukaan air laut (MDPL) itu, pada Senin sore tadi, 1 Juli 2024.

Florida dan tim rombongan dari Kemenparekraf disambut hangat Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak, bersama dengan jajaran Forkompinda Kabupaten Soppeng.

Baca Juga : Rawan Terjadi Kecurangan Pilkada, Bawaslu Beri Atensi 8 Kabupaten/Kota di Sulsel: Perketat Pengawasan

Pada agenda visitasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 tersebut, Florida berharap Desa Mattabulu dapat lolos dan meraih juara pada tahun ini.

”Kita berharap Desa Mattabulu bisa naik kelas. Dan juga tentunya sangat berharap kepada pemerintah daerah untuk keberlanjutan Desa Mattabulu sebagai desa wisata menuju hijau dan berkelas dunia,” kata Florida disambut tepuk tangan meriah.

Dia menilai, Desa Mattabulu telah terbukti memberikan manfaat dari segi perekonomian yang cukup besar bagi masyarakat.

Baca Juga : Berkunjung ke Kemenparekraf, Junaedi Bakri Seriusi Peluang Jeneponto Jadi Daerah Wisata

Florida menyebutkan, progres Desa Mattabulu sangat luar biasa, karena pada tahun lalu masih berada di urutan ke-200, dan pada tahun ini sudah mampu nangkring di urutan ke-50.

”Mudah-mudahan kita dapat berjumpa di forum-forum desa, dan mudah-mudahan Desa Mattabulu menjadi desa terbaik,” terangnya.

Dalam kunjungan itu, selain berdialog dengan BupatI Soppeng, dan pelaksana tugas Kepala Desa Mattabulu, Florida Pardosi juga didaulat melakukan penanaman tumbuhan kopi, dan mencicipi kue khas tradisional Desa Mattabulu, serta menikmati alunan alat musik tradisional Mattabulu.

Baca Juga : Petugas KPPS di Bone dan Soppeng Didominasi Perempuan, KPU Sulsel: Partisipatif Meningkat

Mattabulu yang berarti gunung tertinggi, jaraknya dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dapat ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 5 jam, sedangkan jika dari Kota Soppeng ke Desa Mattabulu, sekitar 30 menit.

Desa Mattabulu menawarkan keindahan alam yang memukau dengan perbukitan hijau, sungai jernih, dan hutan lebat, menciptakan latar sempurna bagi wisata alam. Kekayaan budaya lokal, seperti tarian tradisional dan kerajinan tangan, memberikan pengalaman otentik bagi pengunjung.

Selain itu, potensi pertanian, termasuk kopi dan kakao, membuka peluang untuk agrowisata yang menarik. Bagi pecinta petualangan, kegiatan seperti hiking dan camping siap memacu adrenalin. Pengembangan homestay di desa ini juga memberikan pengalaman menginap yang hangat dan autentik, membuat Mattabulu menjadi destinasi wisata yang lengkap dan berkesan.

Baca Juga : KSP: Indonesia Menuju Ekosistem Kepariwisataan Berkelanjutan dan Tangguh

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024

Penganugerahan desa wisata oleh Kemenparekraf diharapkan menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, serta mewujudkan visi Indonesia sebagai tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.

Sasaran dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk terkumpulnya hasil penilaian dari lima kategori penilaian dan tersusunnya profiling 50 desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari proses visitasi dan penilaian yang dikunjungi oleh dewan juri dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Penerima manfaat dari kegiatan visitasi dan penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 ini antara lain adalah pengelola desa wisata, pemerintah daerah, industri pariwisata dan ekonomi kreatif, wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Adapun lima kategori penilai, masing-masing daya tarik desa wisata, peningkatan standar kualitas amenitas pariwisata dengan standar CHSE melalui fasilitas homestay, toilet, serta fasilitas penunjang pariwisata lainnya (restoran, tempat ibadah, dan parkir) untuk pemenuhan sarana dan prasarana kenyamanan wisatawan.

Kemudian, akselerasi transformasi digital melalui pelayanan infrastruktur dan menciptakan konten kreatif sebagai sarana promosi desa wisata melalui media digital.

Berikutnya pemberdayaan sumber daya manusia di desa wisata untuk meningkatkan lapangan kerja, dampak ekonomi, serta mendukung kesetaraan gender dalam pelibatan SDM di Desa Wisata.

Terakhir pengelolaan yang berkelanjutan dengan memperhatikan isu lingkungan serta memiliki manajemen risiko.

Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) telah dilaksanakan selama 3 tahun berturut.

Pada 2021 tdiikuti oleh 1.831 desa wisata. Peningkatan yang signifikan terjadi pada 2022 dengan total peserta 3.419 desa wisata.

Pada 2023 telah mencapai angka yang mengesankan, yaitu 4.573 desa wisata. Hingga saat ini sudah ada 175 desa wisata terbaik yang telah mendapatkan penghargaan.

Tahun ini, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) diselenggarakan dengan mengangkat tema “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia”. Ini bukan hanya sebuah tema, tetapi sebuah visi untuk masa depan pariwisata di Indonesia.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda