Logo Harian.news

AJI Makassar–UNICEF Latih Jurnalis Perkuat Pemberitaan Akurat soal Imunisasi

Editor : Redaksi II Sabtu, 29 November 2025 20:10
AJI Makassar–UNICEF Latih Jurnalis Perkuat Pemberitaan Akurat soal Imunisasi
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar bersama United Nations Children’s Fund (UNICEF) Indonesia menggelar Workshop Penguatan Program Imunisasi Melalui Kampanye Media dan Penguatan Liputan Jurnalis, Sabtu (29/11/2025), di Golden Tulip Hotel Makassar.

Sekitar 40 jurnalis dari berbagai media  mengikuti kegiatan yang mengusung tema Media Kuat, Imunisasi Meningkat: Lawan Hoaks, Sebarkan Informasi Akurat.

Baca Juga : Bupati Sidrap: Jurnalis Kini Naik Kelas Jadi Pemilik Media

Ketua AJI Makassar, Didit Hariyadi, menegaskan pentingnya meningkatkan kapasitas jurnalis agar pemberitaan imunisasi menjadi lebih akurat, kredibel, dan berbasis data.

Menurutnya, isu kesehatan khususnya imunisasi masih minim mendapat perhatian media arus utama karena dianggap kurang menarik dibanding isu politik atau korupsi.

“Liputan soal imunisasi baru ramai kalau ada kasus. Misalnya bayi meninggal setelah vaksin atau isu vaksin dianggap haram,” ujar Didit.

Baca Juga : Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2026

Ia menilai kondisi tersebut berkontribusi pada rendahnya edukasi publik, khususnya di daerah dengan akses informasi terbatas.

Karena itu, jurnalis berperan penting membangun narasi positif yang dapat memberikan pemahaman benar kepada masyarakat.

“Kita ingin liputan tidak hanya berbasis kasus, tetapi juga mendorong kesadaran bahwa imunisasi itu penting. Minimal cakupan dasar bisa meningkat,” tambahnya.

Baca Juga : Hari Pers Nasional 2026: Jurnalis, Benteng Terakhir dari Arus Disinformasi

Didit juga menyebut kerja sama antara AJI Makassar dan UNICEF Indonesia sudah berlangsung lama dalam upaya memperkuat kompetensi jurnalis saat meliput isu kesehatan.

Penguatan pengetahuan dianggap penting agar media tidak sekadar memberitakan, tetapi juga mampu menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi publik.

Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi Selatan dan Maluku, Henky Widjaja, menekankan perlunya media menyampaikan isu imunisasi dengan bahasa yang mudah dipahami.

Baca Juga : AJI Makassar Menyikapi Intimidasi dan Teror Jurnalis Metro TV di Bulukumba

“Media bukan jurnal akademik. Karena itu, informasi harus disajikan secara sederhana, tapi tetap akurat dan tidak menyesatkan,” katanya.

Ia juga menyoroti peran media sebagai sarana advokasi, termasuk dalam mendorong pemerintah menjaga kualitas layanan imunisasi.

“Ada Komnas dan Komda KIPI yang bisa dimintai keterangan. Jangan sampai yang diwawancarai tidak memiliki kompetensi medis,” jelas Henky.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk perwakilan Dinas Kesehatan Sulsel yang membawakan materi capaian imunisasi, serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sulsel yang memaparkan keamanan vaksin, PDV, dan vaksin HPV.

Sesi kedua menghadirkan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sulsel, KH. Syamsul Bahri Abd. Hamid, yang membahas aspek halal-haram vaksin, serta Ketua Komda KIPI Sulsel, dr. Ema Alasiry, SpA(K), yang menjelaskan prosedur dan pemahaman terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda