Logo Harian.news

Akses TikTok dan CapCut Diblokir di Amerika Serikat, ini Alasannya

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 19 Januari 2025 21:55
TikTok dan CapCut, dua aplikasi ini resmi dihentikan operasinya di Amerika Serikat mulai 19 Januari 2025!|image_harian.news
TikTok dan CapCut, dua aplikasi ini resmi dihentikan operasinya di Amerika Serikat mulai 19 Januari 2025!|image_harian.news
APERSI

Alasan Penutupan dan Sengketa Hukum

Larangan terhadap TikTok dan CapCut dilatarbelakangi kekhawatiran keamanan nasional oleh pemerintah AS, mengingat ByteDance adalah perusahaan berbasis di China. Pemerintah AS sebelumnya memberi ultimatum kepada ByteDance untuk menjual saham mayoritasnya di aplikasi TikTok.

Baca Juga : Meta dan Google Melanggar PP Tunas, Menkomdigi Kirim Surat Panggilan

Namun, ByteDance menolak ultimatum tersebut meskipun diberi batas waktu hingga 12 Januari 2025. Penolakan ini memicu gugatan hukum yang diajukan ByteDance terhadap pemerintah AS, yang akhirnya kandas di Mahkamah Agung.

Trump Pertimbangkan Penangguhan Larangan

Situasi ini kini berada di tangan presiden terpilih Donald Trump, yang akan dilantik pada Senin (20/1/2025). Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menunda larangan tersebut selama 90 hari. Penangguhan ini dimaksudkan untuk memberi waktu bagi pemerintah dan ByteDance mencari solusi.

Baca Juga : PP Tunas 2026 Berlaku, Orang Tua Wajib Tahu Aturan Baru Medsos Anak

Dalam wawancara terbaru, Trump mengatakan, “Saya rasa opsi untuk menangguhkan larangan selama 90 hari cukup masuk akal. Ini akan menjadi langkah awal untuk menemukan kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua pihak.”

Langkah Trump ini diduga muncul setelah diskusi intensif dengan Presiden China Xi Jinping, meskipun ByteDance masih bersikeras menolak divestasi sahamnya.

Dampak pada Dunia Teknologi dan Hubungan AS-China

Baca Juga : Viral Mukena Pink: Warganet Buru Link Asli, Ternyata Hanya Ilusi Digital

Penutupan TikTok dan CapCut mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat antara AS dan China dalam isu keamanan data dan kontrol digital. Langkah ini juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi arena utama dalam persaingan geopolitik dua negara adidaya.

Keputusan terkait masa depan TikTok dan CapCut kini berada di tangan pemerintahan baru AS.

Apakah larangan ini akan dicabut, ditunda, atau tetap berlaku, semua tergantung pada hasil negosiasi antara ByteDance dan pihak pemerintah AS.  ***

Baca Juga : Kebebasan dan Tanggung Jawab di Ruang Digital

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda