HARIAN.NEWS – Sepakbola di Indonesia kembali ramai. Bukan soal suporter, kericuhan, seperti yang terjadi di Malang. Kali ini di organisasi PSSI yang telah mendapat ketua baru.
Tidak main-main, ketua kali ini adalah Erick Thohir, yang juga Menteri BUMN menahkodai PSSI.
Berikut proses Erick Thohir terpilih di Kongres Luar Biasa PSSI seperti dilansir bbc :
Baca Juga : PR untuk Pelatih Anyar Timnas Indonesia
Erick terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) 2023-2027 berdasarkan hasil Kongres Luar Biasa yang digelar di Jakarta pada Kamis (16/2).
Dalam proses pemilihan ketua umum yang berlangsung selama 38 menit, Erick Thohir mendapatkan 64 suara dari total 86 suara yang sah, sedangkan pesaingnya, La Nyalla Mattalitti, mendapatkan 22 suara.
Dua calon lainnya yang juga memperebutkan posisi ini adalah Doni Setiabudi dan Arif Wicaksono.
Baca Juga : Hari Jadi Gowa ke-705, Askab PSSI Siapkan Liga Gowa Maju Cetak Bibit Profesional
Posisi Wakil Ketua Umum 1 PSSI diisi oleh Ratu Tisha Destria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PSSI 2017-2020. Sedangkan Wakil Ketua Umum 2 dijabat oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.
Mulanya, Zainudin Amali dan Yunus Nusi yang terpilih sebagai wakil ketua umum. Namun sejumlah pemilih memprotes adanya beberapa nama yang hilang, sehingga pemilihan ulang dilakukan.
Hasil pemilihan ulang menunjukkan Ratu Tisha dan Yunus Nusi terpilih sebagai waketum.
Baca Juga : Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert Dipecat PSSI
Namun belakangan, Yunus Nusi, yang juga merupakan Sekjen PSSI 2019-2023, menyatakan mundur sehingga Amali naik menjadi waketum.
Dalam keterangan pers usai terpilih, Erick berjanji untuk “membangun sepak bola bersih dan berprestasi”.
“Saya berharap ini [sepak bola bersih] menjadi tujuan utama, baru kita bicara prestasi. Tidak mungkin bicara prestasi tapi sepak bola tidak bersih,” kata Erick kepada wartawan.
Baca Juga : Patrick Kluivert Dipecat, Mensesneg: Pemerintah Menyambut Baik
Salah satu “tugas terberat” sebagai Ketum PSSI, kata dia, adalah penyelenggaraan Piala Dunia U-20, mengingat Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelalatan tersebut dalam 94 hari mendatang.
“Ini kita pertaruhkan, 94 hari lagi. Tentu untuk tim nasional saya akan berbicara pada pelatih dan pemain apa yang bisa kita support untuk mereka, mereka berikan yang terbaik. Tidak mudah, tapi kita coba berikan yang terbaik,” jelas Erick.
KLB PSSI ini digelar di tengah harapan untuk reformasi tata kelola sepak bola di Indonesia, terutama setelah terjadinya tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang pada 1 Oktober 2022.
La Nyalla, yang juga pernah menjadi Ketua Umum PSSI 2015-2016, menyatakan menerima kekalahannya kali ini dan akan mendukung pengurus PSSI yang baru.
“Saya berharap PSSI tetap akan berubah, harapan juga mudah-mudahan Mas Erick Thohir tidak melibatkan pengurus-pengurus lama yang kita tahu dia sebagai mafia bola. Kalau sampai mereka masuk lagi ke dalam kabinet Mas Erick, saya yakin tidak lama lagi akan terjadi KLB,” kata La Nyalla.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo di tempat terpisah menyatakan berharap pengurus baru yang terpilih dapat melakukan “reformasi total”.
“Ini harapan dari kita sehingga persepakbolaan kita menjadi hidup dan bisa paling tidak ASEAN bisa step pertama bisa kita pegang dan Asia step yang kedua bisa kita pegang. Harapan pemerintah itu saja,” kata Jokowi kepada wartawan, Kamis (16/2).
Apa agenda pertama Erick Thohir sebagai Ketum PSSI?
Erick menyatakan akan mengadakan “sarasehan sepak bola” dalam dua minggu ke depan yang melibatkan seluruh pihak dari Liga 1, Liga 2, Liga 3, tim nasional, perwasitan, kepelatihan, dan lain-lain.
“Di situ saya akan melempar garis besar visi-misi yang kita sepakati bersama, bukan visi-misi saya, tapi visi-misi Liga 1 apa, visi misi tim nasional apa, visi-misi perwasitan apa,” tutur dia.
Setelah itu, Erick berjanji akan menyampaikan blueprint jangka pendek.
Erick juga akan menggelar konferensi pers pada 19 Februari yang akan dihadari oleh perwakilan FIFA dan “salah satunya akan membahas mengenai pengaturan skor”.
“Nanti kita coba tawarkan aturan, siapa yang main kita sepakati, tunggu tanggal 19,” kata Erick.
Erick Thohir tidak memiliki pengalaman sebagai pengurus PSSI, namun dia memiliki rekam jejak di dunia sepak bola.
Dia pernah menjadi Wakil Komisaris Utama PT Bandung Bermartabat (PBB) pada 2009-2019.
Erick pernah menjadi Direktur Keuangan Persija Jakarta pada era 2000an, serta memiliki saham Persis Solo sejak 2021.
Di kancah sepak bola internasional, Erick pernah membeli mayoritas saham klub Italia, Inter Milan pada 2013.
Pada September 2022, Erick Thohir mengakusisi Oxford United bersama Anindya Bakrie.
Janjikan keterwakilan perempuan
Erick Thohir juga membuka peluang untuk mengubah Statuta PSSI. Salah satu contohnya, kata dia, terkait keterwakilan perempuan dalam kepengurusan PSSI.
“Contoh, kalau tadi lihat salah satu pemilihan Exco minimal satu perempuan. Peraturan dunia internasional olahraga, itu 30% perempuan. Artinya apa? Ada yang harus kita perbaiki.”
“Itu contoh salah satu yang saya usulkan, bahwa keterwakilan perempuan di dunia sepak bola [dan] di manajemen sepak bola 20 sampai 25%, bukan hanya satu. Wasit kenapa tidak kita coba wasit perempuan juga?” jelas dia.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
