Logo Harian.news

Arief Wicaksono Sebut IAS Punya Tugas Berat Menuju Pemilu 2026

Editor : Redaksi II Kamis, 22 Oktober 2026 13:37
Pengamat politik Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono. Dok IST
Pengamat politik Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono. Dok IST

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar memberikan tambahan dua kursi DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Pemilu 2029 atau pileg mendatang.

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

Untuk mencapai target tersebut, DPP Golkar mendorong penguatan konsolidasi organisasi dan kolaborasi antartokoh di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

Baca Juga : IAS Tunjuk Supriansa jadi Plt Ketua Golkar Makassar

“Jadi Golkar Sulsel nampaknya sudah memasuki fase persiapan 2029 dengan cukup baik. Hasil Pemilu 2024 memberinya 14 kursi DPRD provinsi, terbanyak kedua, dan empat kursi DPR-RI dari dapil Sulsel,”kata Arief Wicaksono pengamat politik kepada Harian.News, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

Menurutnya, sebagian publik Sulsel juga sudah paham, bahwa dominasi lama Golkar di provinsi ini sudah tergerus. Karena itu, Ketum Bahlil Lahadalia memberi perintah dengan tegas sekaligus berat, dimana jumlah kursi harus naik di semua tingkat, lewat konsolidasi sampai desa dan kelurahan.

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

Ilham Arief Sirajuddin (IAS), yang terpilih aklamasi pada 19 Juli 2026, ditugasi mengeksekusinya. Kepengurusan kecamatan dilaporkan ditargetkan rampung Maret 2027.

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

Baca Juga : Mundur dari Golkar, Demokrat Disebut Justru Mempersatukan Duo Appi-Aliyah

“Nah itu tugas berat yang harus dilaksanakan IAS menuju Pemilu 2029 mendatang,”tuturnya.

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

Namun demikian, lengkapnya struktur sampai ranting itu hanya prasyarat ideal dan tidak serta-merta menjadi penentu hasil pemilu. Dalam sistem proporsional terbuka yang dianut rezim pemilu di Indonesia, jumlah suara banyak ditentukan oleh jaringan pribadi calon, bukan oleh kelengkapan kepengurusan partai beringin rindang itu.

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

Dimana kata Arief Wicaksono, bahwa ini pemahaman umum kepemiluan saja. Konsolidasi administratif tidak menutup celah larinya suara yang bersumber dari figur tersebut.

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

Dalam konteks itu, tidak ada jaminan bahwa IAS telah menjinakkan faksionalisasi di tubuh Golkar Sulsel. Beliau tidak bisa juga dalam posisi mengklaim bahwa semua anggota DPRD di semua level, akan tetap tegak lurus kepada dirinya.

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

Sebabnya adalah karena kemungkinan semua anggota DPRD Golkar di semua level yang terpilih di 2024, adalah karena pengaturannya.

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

“Pertanyaan pentingnya adalah, yang menentukan 2029 bukanlah siapa ketua partai yang punya kelengakapan pengurus partai sampai ke pelosok desa/kelurahan, melainkan siapa ketua partai yang punya calon anggota legislatif/eksekutif dengan jaringan pribadi dan keluarga yang ada di tiap dapil,”pungkas Arief Wicaksono.

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

Saat ini, Golkar Sulsel memiliki empat wakil di DPR RI yang tersebar di tiga daerah pemilihan. Golkar meraih satu kursi dari Dapil Sulsel I, dua kursi dari Dapil Sulsel II, dan satu kursi dari Dapil Sulsel III. Dengan modal tersebut, Golkar Sulsel membidik tambahan dua kursi pada Pemilu 2029 untuk meningkatkan keterwakilan partai di DPR RI.

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

Baca Juga : IAS: Perintah DPP Tambah 2 Kursi DPR RI untuk Sulsel di Pileg 2029 

Baca Juga : Munafri Arifuddin Resmi Miliki KTA Demokrat Diserahkan Langsung Elit DPP

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news

Follow Social Media Kami

KomentarAnda