Logo Harian.news

Atlet Disabilitas Datangi DPRD Makassar Perjuangan Hak, Maulana Klaim Dijanji 25 Juta

Editor : Redaksi Senin, 11 November 2024 17:17
Atlet Disabilitas Datangi DPRD Makassar Perjuangan Hak, Maulana Klaim Dijanji 25 Juta
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Atlet Disabilitas (Paralympian) Kota Makassar melakukan aksi damai di menuntut haknya dalam Pekan Paralympik Provinsi (Peparprov), di gedung DPRD kota Makassar, jalan AP. Pettarani, Senin (11/11/2024).

Pendamping aksi, Maulana mengatakan, kehadiran paralympian tersebut menuntut haknya berupa bonus yang telah dijanjikan.

Baca Juga : Kasus Jukir Liar Tak Ada Habisnya, DPRD Makassar Minta Perumda Parkir Jangan Diam

Maulana menceritakan, pada tahun 2022, atlet disabilitas dari Kota Makassar mengikuti kompetisi Peparprov, dalam pelepasan Ketua rombongan yang saat itu dipimpin oleh Mario David memberikan janji berupa bonus 25 juta untuk medali emas.

“Pernah menjanjikan bahwa para atlet disabilitas akan mendapatkan bonus setara dengan atlet umum, yakni Rp 25 juta untuk medali emas, sesuai dengan standar yang diberikan KONI untuk ajang Porprov. Janji ini diutarakan saat pelepasan atlet di Hotel Dalton ditahun 2022,” ceritanya kepada awak media.

Namun, hingga kini, janji tersebut belum ditepati, meskipun sudah hampir tiga tahun berlalu sejak kemenangan mereka.

Baca Juga : PKB Ingatkan: Kepuasan Publik Bukan Zona Nyaman

Situasi ini semakin diperparah oleh kurangnya akses dan perhatian terhadap kebutuhan para atlet disabilitas, terutama ketika mereka mencoba menyampaikan aspirasi.

“Mereka telah membawa nama besar Makassar dan berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga, dengan harapan akan mendapat apresiasi dan bonus yang sebanding. Namun, hingga kini, janji-janji itu belum terealisasi,” jelasnya.

Selain DPRD Kota Makassar, atlet disabilitas telah mendatangi Kejaksan Negeri Makassar dan Balai Kota Makassar.

Baca Juga : Fasruddin Rusli Serap Aspirasi Warga Soal PKH dan KIS Saat Reses di Rappocini

Namun, tidak ada pejabat Pemerintah Kota Makassar tidak menemui atlet disabilitas dalam satu jam.

“Kami ke Kejaksaan Negeri Makassar, yang menyatakan akan menyelidiki dugaan intimidasi yang dialami para atlet disabilitas,” ujarnya.

“Sementara di Pemkot Makassar belum, makanya kami kembali ke DPRD Makassar untuk sampaikan aspirasi, karena katanya semua pejabat Makassar disini, kami ingin ini menjadi perhatian,” tegasnya.

Baca Juga : Reses Andi Odhika di Tamalanrea dan Berua, Warga Keluhkan Infrastruktur dan Sampah

Penulis: Nursinta

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda