HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Harga beras di beberapa pasar menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan pasca pemilu mengalami kenaikan signifikan.
Baru-baru ini, Presiden Jokowi, membantah bantuan pangan atau bansos menjadi faktor utama kelangkaan dan kenaikan harga beras. Di Makassar sendiri, pembagian bansos dilakukan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, pada Rabu (7/2/2024) lalu.
Baca Juga : Politik Simbol Antara Hormat pada Adat dan Tafsir Publik
Danny, sapaan wali kota, pada saat itu, diketahui melepas pendistribusian cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan 2024 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan sebanyak 40 ton.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Dr Lukman Setiawan membantah secara gamblang statement Jokowi.
Ia menyebut, kelangkaan beras yang terjadi saat ini, salah satu penyebabnya adalah pemberian beras kepada masyarakat berbentuk Bantuan Sosial (Bansos) yang dilakukan secara massif jelang Pemilu 2024.
Baca Juga : Dokter Tifa Ditangkap saat Akan Ujian S3
“Berarti terjadinya permintaan kepada kelompok tertentu dalam rangka bantuan kepada masyarakat yang berhubungan dengan kepentingan politiknya dengan penyaluran beras kepada masyarakat yang dikemas dalam bentuk bantuan sosial (bansos),” tegas Lukman kepada Harian.News, Kamis (15/2/2024).
Hal ini kata Lukman, ada pergerakan tertentu dalam pencapaian target politik atau kepentingan individu dalam pencapaian kepentingan.
“Memicu kelangkaan beras di pasar yang menyebabkan terjadinya kenaikan Harga,” ujarnya.
Baca Juga : Pemkab Gowa-Bulog Salurkan Bantuan Pangan Ke Masyarakat Bontomarannu
Selain itu, pemilu yang berimplikasi meningkatnya tingkat komsumtif masyarakat akibat daya beli naik sebagai efek dari Pemilu.
“Akibat ini permintaan meningkat. Sememtara supply tidak ikut naik..maka gerakan ekonomi ini berimplikasi pada harga naik.”
Sementara, terkait kenaikan harga beras, katanya sejak 2023 mulai menunjukkan kenaikan yang signifikan, yang disebabkan oleh el nino
Baca Juga : Bupati Gowa Salurkan Bantuan Pangan ke 70.944 Warga
“Sehingga kekurangan produksi. Hal ini menyebabkan permintaan meningkat (Demand). Ketika kita melihat analisis supply dan demand yang tidak seimbang maka akan terjadi gangguan pada price dalam hal ini karena terjadinya kenaikan harga,” ujarnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
