HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Sabtu malam kembali ramai di Warkop DK10.
Asap kopi hitam mengepul pelan, suara televisi bercampur bunyi sendok beradu gelas, sementara Om Haria, Mas Bro, dan Deng Kio sudah duduk di meja favorit mereka.
Di meja itu, seperti biasa, bukan cuma kopi yang diseduh. Pikiran juga ikut “direbus”.
Om Haria membuka obrolan sambil menggigit pisang goreng.
Baca Juga : Prabowo Komitmen Hentikan Kebocoran Kekayaan, Rakyat Harus Sejahtera
“Kalian masih ingat semboyan Jasmerah?”
Deng Kio langsung menjawab cepat.
“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!”
Baca Juga : Prabowo Tegas Basmi Backing Hijau-Coklat: Rakyat Diminta Rekam Video
Mas Bro mengangguk pelan.
“Itu bukan sekadar slogan lama. Itu peringatan.”
Om Haria lalu menyeruput kopi susunya sebelum lanjut bicara.
Baca Juga : Hangat di Kremlin, Prabowo dan Putin Bahas Masa Depan Kerja Sama Bilateral
“Presiden Prabowo juga bilang, bangsa yang tidak belajar sejarah bisa dihukum sejarah.”
Deng Kio tertawa kecil.
“Berarti kalau salah terus diulang, itu bukan lupa… tapi hobi.”
Baca Juga : Disaksikan Prabowo, Nose Herbal Indo Gandeng Jepang Bangun Industri Beauty & Wellness Berbasis Herbal
Meja langsung pecah oleh tawa.
Mas Bro ikut tersenyum tipis.
“Padahal sejarah itu guru paling jujur. Dia kasih bukti, bukan janji.”
Suasana Warkop DK10 makin hangat.
Di sudut ruangan, kipas tua berputar malas. Sementara di meja mereka, ubi goreng tinggal separuh dan asbak mulai penuh puntung rokok.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
