Om Haria mengangguk mantap.
“Memajukan kesejahteraan rakyat, mencerdaskan bangsa, dan keadilan sosial itu sudah jelas di UUD 1945.”
Deng Kio tersenyum tipis.
Baca Juga : Prabowo Komitmen Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara, Rakyat Harus Sejahtera
“Yang bahaya kalau kesejahteraan rakyat berubah jadi kesejahteraan kelompok.”
Mas Bro langsung menyambar.
“Atau keadilan yang katanya untuk semua… ternyata cuma untuk orang tertentu.”
Baca Juga : Prabowo Tegas Basmi Backing Hijau-Coklat: Rakyat Diminta Rekam Video
Daeng La’lang kembali nyeletuk sambil tertawa kecil.
“Kalau sejarah sudah mulai dilupakan, biasanya akal sehat ikut pelan-pelan menghilang.”
Meja kembali hening beberapa detik.
Baca Juga : Hangat di Kremlin, Prabowo dan Putin Bahas Masa Depan Kerja Sama Bilateral
Hanya suara hujan kecil di luar warkop terdengar samar.
Om Haria akhirnya menutup obrolan malam itu dengan nada santai.
“Belajar sejarah itu bukan untuk hidup di masa lalu.”
Baca Juga : Disaksikan Prabowo, Nose Herbal Indo Gandeng Jepang Bangun Industri Beauty & Wellness Berbasis Herbal
Mas Bro menambahkan cepat.
“Tapi supaya masa depan jangan rusak karena kesalahan yang sama.”
Deng Kio mengangkat cangkirnya.
“Karena bangsa besar bukan bangsa yang paling kaya…”
Daeng La’lang langsung menyambung.
“Tapi bangsa yang mau belajar dari sejarahnya sendiri!”
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
