HARIAN.NEWS, JAKARTA – Dalam upaya memperkuat ketahanan nasional di bidang kesehatan dan mempercepat terwujudnya akses obat murah dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, tiga institusi strategis yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menjalin sinergi melalui penandatanganan nota kesepahaman kerjasama lintas sektor.
Acara yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan ini dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, Menteri Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., Sp.FK.
Baca Juga : Taruna Ikrar Terima Dubes RI untuk Pakistan, Jajaki Kerja Sama Bilateral Perkuat Ketahanan Obat dan Makanan
Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya nasional, memperkuat pengawasan mutu dan ketersediaan obat dalam negeri, serta mendukung inovasi dan riset nasional demi kemandirian farmasi dan keamanan nasional.
Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya membangun kemandirian dalam produksi obat.
“Obat yang murah bukan berarti kualitas dikorbankan. Justru dengan sinergi ini, kita ingin memastikan rakyat mendapatkan obat yang aman, berkhasiat, dan terjangkau, tanpa ketergantungan pada impor,” tegas Menkes.
Baca Juga : BPOM Peduli Korban Gempa NTT, Taruna Ikrar: Nilai Kepedulian Tak Bisa Diukur dengan Rupiah
Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti pentingnya ketahanan obat sebagai bagian dari strategi pertahanan negara.
“Ketahanan nasional tidak hanya soal militer, tapi juga soal kesehatan rakyat. Kita harus bisa mandiri dalam memproduksi dan menyediakan obat strategis dalam negeri,” ujarnya.
Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar dalam pidatonya menegaskan komitmen BPOM untuk mempercepat proses perizinan dan pengawasan obat dalam negeri tanpa mengorbankan kualitas dan keamanan.
Baca Juga : BPOM Jadi Pionir Kementerian/Lembaga Raih Predikat PKP-BJ Level Proaktif
“Kami siap mendukung regulasi yang efisien dan berbasis risiko, agar inovasi anak bangsa bisa cepat hadir di pasaran demi rakyat,” kata Taruna.
Nota kesepahaman ini mencakup kerja sama dalam pengembangan industri bahan baku obat nasional, pendampingan UMKM farmasi, percepatan registrasi obat generik, serta kolaborasi riset strategis untuk kebutuhan darurat nasional.
Sinergi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat integrasi sektor kesehatan, pertahanan, dan pengawasan obat demi mewujudkan visi Indonesia Sehat dan Mandiri.
Baca Juga : Kembali Taruna Ikrar Ajak Akademisi, Industri, dan Pemerintah Bersinergi Tingkatkan Kesehatan Anak di Bali
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
