HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menargetkan penyerapan beras setara 579.938 ton pada musim panen pertama tahun 2025 yang berlangsung Januari hingga Maret.
Harga pembelian gabah kering panen (GKP) dari petani ditetapkan minimal Rp6.500 per kilogram, dengan kemungkinan harga lebih tinggi tergantung kondisi pasar.
Pimpinan Wilayah Bulog Sulselbar, Ahmad Kholisun, mengajak petani untuk menyalurkan hasil panennya kepada pemerintah melalui Bulog. Ia berharap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan), bersama mitra penggilingan, berperan aktif dalam mendukung upaya ini.
Baca Juga : Bareskrim Polri Gerak Cepat Tindak Kasus Beras Oplosan atas Atensi Presiden
“Kami mengimbau petani agar menjual sebagian hasil panennya ke Bulog melalui mitra penggilingan. Ini penting untuk memperkuat cadangan beras pemerintah guna menjaga stabilitas harga dan pasokan,” ujar Kholisun.
Meski sejumlah daerah di Sulsel mengalami bencana yang berdampak pada sektor pertanian, Kholisun tetap optimis target serapan dapat tercapai. Menurutnya, surplus beras di wilayah Sulsel masih cukup besar dibandingkan dampak bencana yang relatif kecil.
“Target ini sudah ditetapkan oleh kantor pusat, dan kami yakin bisa mencapainya. Sulsel tetap menjadi lumbung padi utama, dan meskipun ada kendala, ketersediaan gabah masih mencukupi,” tambahnya.
Baca Juga : Raker Bersama Komisi IV, Mentan Ungkap Capaian Program yang Signifikan
Dengan strategi ini, Bulog Sulselbar berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan nasional serta memastikan kesejahteraan petani tetap terjamin.
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
