Logo Harian.news

Cap Go Meh 2026: Sejarah, Tradisi, dan Festival Lampion

Editor : Andi Awal Tjoheng Kamis, 26 Februari 2026 10:36
Festival Cap Go Meh di Singkawang ||indtravel@pinterest
Festival Cap Go Meh di Singkawang ||indtravel@pinterest

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Perayaan Tahun Baru Imlek belum benar-benar berakhir tanpa hadirnya festival Cap Go Meh yang selalu dinanti.

Festival yang menandai hari ke-15 setelah Imlek ini adalah puncak kemeriahan perayaan lunar di Indonesia dan dunia.

Pada tahun 2026, Cap Go Meh jatuh pada hari Selasa, 3 Maret. Meskipun bukan hari libur nasional, festival ini tetap menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan dan masyarakat.

Baca Juga : Ketika Kalender Mengajarkan Cinta dan Keheningan

Sejarah dan Makna Cap Go Meh

Cap Go Meh memiliki akar sejarah yang panjang, bermula dari Dinasti Han di Tiongkok, sekitar tahun 206 SM hingga 220 M.

Tradisi ini pada awalnya adalah bentuk penghormatan kepada Dewa Thai Yi, namun berkembang seiring waktu menjadi festival lampion yang meriah, dikenal juga sebagai Yuan Xiao Jie.

Baca Juga : Libur Panjang Imlek 2026, Nikmati Long Weekend 4 Hari!

Festival ini menandakan berakhirnya perayaan Imlek dan menyambut harapan baru.

Makna Cap Go Meh dalam Budaya Tionghoa

Nama “Cap Go Meh” berasal dari dialek Hokkien, yang artinya adalah “malam ke-15”, sebagai penanda akhir dari perayaan Imlek. Festival ini mengandung simbolisme kebersamaan keluarga dan harapan untuk masa depan yang lebih cerah.

Baca Juga : Imlek 2026 Jatuh pada 17 Februari, Semangat Tahun Baru dengan Shio Kuda Api

Lampion yang menyala terang melambangkan pencerahan dan keberuntungan. Di Indonesia, perayaan ini juga menjadi momen untuk berkumpul, berbagi kebahagiaan, dan mendoakan keselamatan.

Festival Cap Go Meh di Indonesia: Keunikan dan Kemeriahan

Di Indonesia, Cap Go Meh dirayakan dengan beragam tradisi yang khas di setiap daerah. Kota-kota besar seperti Singkawang, Pontianak, Palembang, dan Bogor menyelenggarakan festival yang tidak hanya memperkenalkan budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi wadah untuk menjalin kerukunan antar-etnis.

Baca Juga : Hari Ke-2, Atraksi Barongsai Hingga Tari Karannuang Pikat Pengunjung Perayaan Jappa Jokka Cap Go Meh

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda