Rincian Nominal Bantuan PKH 2026
Besaran bantuan PKH bervariasi tergantung komponen yang diterima. Berikut rincian lengkap nominal bantuan per tahun:
Baca Juga : Cara Bikin Akun SSCASN BKN untuk Daftar PPPK Sekolah Rakyat 2026
– Ibu hamil: Rp3.000.000
– Anak usia dini (0-6 tahun): Rp3.000.000
– Siswa SD/sederajat: Rp900.000
– Siswa SMP/sederajat: Rp1.500.000
– Siswa SMA/sederajat: Rp2.000.000
– Penyandang disabilitas berat: Rp2.400.000
– Lansia (60 tahun ke atas): Rp2.400.000
– Korban pelanggaran HAM berat: Rp10.800.000
Sementara untuk Program Sembako, setiap keluarga penerima manfaat mendapat Rp200.000 per bulan yang disalurkan melalui sistem perbankan. Dana ini khusus digunakan untuk membeli kebutuhan pangan pokok seperti beras, telur, daging, ayam, ikan, sayur, buah, dan susu di e-Warong atau agen resmi yang bekerja sama.
Tips Mencegah Penipuan
Baca Juga : Gus Ipul: Tak Ada Zona Aman Korupsi di Kemensos
Maraknya modus penipuan mengatasnamakan bansos, masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Jangan pernah memberikan data pribadi, PIN, atau OTP kepada pihak yang tidak dikenal.
Pemerintah tidak pernah meminta biaya apapun untuk pencairan bansos. Jika ada yang meminta imbalan atau potongan, segera laporkan ke aparat terdekat atau hubungi call center Kemensos.
Pastikan juga hanya mengakses website dan aplikasi resmi Kemensos untuk mengecek status bantuan. Hindari link-link mencurigakan yang beredar di media sosial atau pesan berantai.
Baca Juga : PPPK Sekolah Rakyat 2026: Kuota Guru 3.053, Ini Syaratnya
Apa yang Harus Dilakukan Jika Tidak Menerima?
Bagi masyarakat yang merasa berhak namun tidak menerima bantuan, dapat melakukan pengaduan melalui beberapa kanal resmi. Pertama, datang langsung ke kantor dinas sosial setempat dengan membawa KTP dan KK.
Kedua, hubungi call center Kemensos di nomor 1500522. Ketiga, sampaikan pengaduan melalui aplikasi Cek Bansos atau website resmi. Pastikan menyertakan data diri yang valid dan bukti pendukung.
Baca Juga : Cara Cek Bansos Kemensos, Panduan Lengkap Penerima 2026
Pemerintah secara berkala melakukan pemutakhiran data untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Masyarakat yang kondisi ekonominya berubah juga dapat melaporkan untuk dilakukan verifikasi ulang. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
