HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto angkat bicara soal Masjid Fatimah Umar di kompleks BTN Makkio Baji, Kecamatan Manggala, Makassar yang viral di media sosial.
Menurut Wali Kota Makassar dua periode tersebut, viralnya masjid yang akan dijual tersebut ini merugikan citra Kota Makassar, dimana mayoritas penduduknya beragama islam.
“Bagi image kota itu kurang bagus. Saya ingin tahu apa masalahnya. Tadi diterangkan, ada selisih antara pemilik tanah dan pengurus masjid,” ujarnya kepada awak media, Senin (15/7/2024).
Baca Juga : Kreatif! Warga Bontoala Berhasil Sulap Sampah Plastik Jadi Solar dan Bensin
Dia menilai, hak tanah tersebut memang ada pemiliknya, meski begitu dari sudut pandang psikologis, situasi ini tidak baik dan merusak citra kota yang didominasi oleh umat Islam.
Mantan Dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini mengatakan, pihak pemerintah sebenarnya dapat membeli tanah tersebut dan mewakafkannya kembali kepada warga.
Namun prosesnya akan memakan waktu yang cukup lama, hingga membutuhkan satu tahun dalam penyelesaian.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Wajibkan RT/RW Respons Cepat Aduan Warga Lewat Aplikasi Lontara+
“Kita sebenarnya bisa, cuma panjang prosesnya, pasti satu tahun lebih,”
Sehingga, pihaknya berharap ada keikhlasan kepada pemiliknya untuk menghibahkan tanahnya untuk ibadah orang banyak.
Selain itu, ada hibah harta dan donasi dari warga untuk membebaskan lahan mesjid yang dijual.
Baca Juga : Benahi Sikap Aparat, Munafri Minta Petugas Dishub Jadi Pelayan Publik, Bukan Preman Jalanan
“Mari kita bebaskan tanah ini bersama-sama. Kalau ada satu orang yang kuat atau kita ramai-ramai ayo, untuk mempertahankan fungsi masjid yang ada. Bahkan kita merenovasi masjid itu lebih baik,” jelasnya.
“Dan tentu saja Pemkot Makassar juga akan mengawal dan membantu menyelesaikan ini,” tandasnya.
Penulis: Nursinta
Baca Juga : Munafri Dorong Sinergi Tripartit, Pastikan Perlindungan dan Jaminan Hari Tua Pekerja
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
