HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Syaharuddin Alrif mendesak Pemerintah Provinsi Sulsel untuk segera mengusulkan ke Kementerian Pertanian atau Direktur Pupuk Indonesia menambah kuota subsidi untuk petani.
Hal tersebut diungkapkan Syahar, nama karibnya, setelah melaksanakan rapat kerja pembahasan LKPJ Gubernur Sulsel Akhir tahun anggaran 2023 dan Evaluasi Triwulan I APBD Tahun Anggaran 2024, di rapat Komisi B DPRD Sulsel, Selasa (16/4/2024) kemarin.
Baca Juga : Strategi Pertanian Digenjot, Indonesia Dibidik Jadi Lumbung Pangan Dunia
“Saat ini subsidi pupuk yang disediakan hanya 50 persen dari jumlah lahan padi di Sulsel sebanyak 960 ribu hektare, artinya, dari jumlah tersebut lahan pertanian yang menerima subsidi hanya 170 ribu hektare,” ujar Syahar.
Kuota yang saat ini diterima Sulsel kata Sahar, tidak cukup untuk provinsi yang menjadi lumbung pangan nasional. Kuota yang ditambah baik untuk padi maupun jagung.
“Kuota dari pusat memang segitu yang disediakan, tapikan beda antara kita dan provinsi lain, misalnya NTT, itukan bukan lumbung, Sulsel yang lumbung pangan nasional, kalau kuotanya kurang nanti produksinya menurun,” tegasnya.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Gelontorkan Rp935 Miliar untuk Pembangunan Luwu Raya di APBD 2025
Sehingga, Ia berharap pemerintah provinsi dapat mengupayakan pupuk subsidi untuk para petani Sulsel, baik Urea dan NPK atau masyarakat lebih mengenalnya Phonska.
“Kalau tidak ada pupuk yang bubuk, setidaknya cair, petani kita (Sulsel) sangat membutuhkan itu, dan itu temuan kami (DPRD) di lapangan,” tandasnya.
(NURSINTA)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

