MAGELANG, HARIAN.NEWS – Hutan Gunung Andong di Dusun Temu Kidul, Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Kamis, 10 Agustus 2023 sore sampai malam, terdengar sampai ke telinga Kapolresta Magelang, Kombes Pol Ruruh Wicaksono.
Mendengar kejadian di Gunung Andong Wisata tengah di goyang si jago merah, orang nomor satu di Polresta Magelang itu, langsung meluncur ke lokasi kejadian.
Baca Juga : Tiket Final Piala Dunia FIFA U-17 Ludes Terjual
Saat tiba di lokasi, api yang melalap semak belukar tersebut, belum padam. Gabungan petugas pemadam kebakaran masih terus berjibaku memadamkan api.
Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengatakan sebanyak 25 orang gabungan dari Perhutani, masyarakat dan MPA Basecamp Gunung Andong terjun memadamkan api.
“Mereka melakukan pemadaman menggunakan alat secara manual namun tidak berhasil,” ujar Kapolresta.
Baca Juga : Hari Guru, Orangtua Siswa Kelas 3 SDN 2 Jamus Beri Kejutan Wali Kelas
Kapolresta Magelang mengakui dirinya berada di lokasi hingga maghrib. Dia baru meninggalkan malam itu setelah kondisi cuaca tidak bersahabat.
“Hingga pukul 20.15 WIB api terpantau mulai mengecil saat terpantau dari pos pemantauan Karhutla,” ujarnya.
Hingga berita ditulis, petugas dari Perhutani, masyarakat, Polsek dan Koramil Ngablak masih berada di Pos Pemantauan Karhutla rumah milik Jazuli, perangkat Desa Jogoyasan.
Baca Juga : 31 Desember, Jabatan Bupati dan Wabup Magelang Berakhir
Sementara itu, Kapolsek Ngablak, Iptu Suhartoyo menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui oleh warga sekitar sekira pukul 11.30 WIB di puncak Gunung Andong. Saat itu, warga kemudian melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian.
Pengelola Basecamp Gunung Andong juga memberikan himbauan kepada para pendaki untuk menghentikan pendakian sementara waktu.
Sutikno, salah seorang panitia pengelola mengungkapkan, bahwa langkah sterilisasi lokasi puncak Gunung Andong sudah dilakukan secara cepat. Dan hingga Jumat, 11 Agustus 2023, pendakian puncak Gunung Andong masih ditutup.
Baca Juga : Relawan Ganjar-Mahfud Magelang Raya Gelar Pertemuan Silaturahmi, Ketua Dewan Masjid Indonesia Turut Hadir
Untuk diketahui, kawasan yang dilanda kebakaran adalah daerah petak 26 dan 27, tepatnya berada jauh dari pemukiman penduduk dan berada di tebing curam serta yang sulit dijangkau oleh manusia.
“Jarak lokasi kebakaran dari pemukiman penduduk kurang lebih 8 Km bisa ditempuh selama 2 jam berjalan kaki,” timpal Kombes Pol Ruruh. (Red)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

