Logo Harian.news

Dilema Media Sosial bagi Anak: Antara Kreativitas dan Ancaman Mental

Editor : Andi Awal Tjoheng Jumat, 27 Maret 2026 09:02
Dilema media sosial bagi anak : antara kreativitas  dan ancaman mental ||ilustrasi_nanobanana2@harian.news
Dilema media sosial bagi anak : antara kreativitas dan ancaman mental ||[email protected]

Dampak yang paling terasa adalah perubahan perilaku. Penggunaan yang berlebihan sering kali berujung pada kecanduan, yang secara otomatis mengikis konsentrasi belajar.

Lebih jauh lagi, kesehatan mental menjadi taruhannya. Tekanan untuk selalu tampil sempurna di media sosial dapat memicu kecemasan, rasa rendah diri, hingga depresi pada anak yang belum matang secara emosional.

Baca Juga : Polisi Periksa Talent Live Pornografi, Ini Modusnya

Risiko yang tak kalah mengerikan adalah cyberbullying atau perundungan siber. Ruang digital yang anonim sering kali menjadi celah bagi perilaku buruk.

Anak-anak yang belum memiliki ketahanan mental kuat kerap kesulitan merespons komentar negatif, yang pada akhirnya dapat merusak perkembangan karakter dan meninggalkan trauma mendalam.

Peran Vital Orang Tua di Balik Layar

Baca Juga : Anak Hilang di Labuhanbatu, Malah Gemoy Saat Direkam Polisi

Melihat fenomena ini, membentengi anak dengan larangan total bukanlah solusi yang bijak di zaman sekarang. Kuncinya terletak pada bimbingan dan literasi digital.

Orang tua memegang peranan krusial sebagai ‘penjaga gerbang’. Menetapkan batasan waktu layar (screen time), menyeleksi konten yang sesuai usia, serta menanamkan etika berkomunikasi di dunia maya adalah langkah preventif yang tidak bisa ditawar.

Pendidikan karakter sejak dini mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di internet akan menjadi kompas bagi anak saat mereka berselancar di dunia digital.

Baca Juga : Menaker: Kesehatan Mental Wajib Masuk SMK3

Pada akhirnya, teknologi adalah alat. Di tangan yang tepat dengan pengawasan yang kuat, media sosial akan menjadi batu loncatan menuju kesuksesan.

Namun tanpa kepedulian, ia bisa menjadi bumerang yang merugikan masa depan.***

 

Baca Juga : Founder PT Harfiah Graha Perkasa Berharap Media Makin Bijak

DISCLAIMER :Artikel ini disusun sebagai panduan umum mengenai dampak penggunaan teknologi pada anak. Disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli psikologi anak atau pakar pendidikan untuk penanganan kasus spesifik terkait perilaku digital.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda