Logo Harian.news

Dinsos Klaim Jumlah PBI di Makassar Turun 7,8 persen

Editor : Rasdianah Selasa, 02 Juli 2024 15:14
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Andi Pangerang A. Chairul. Foto: HN/Sinta
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Andi Pangerang A. Chairul. Foto: HN/Sinta

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Andi Pangerang A. Chairul mengatakan jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kota Makassar mengalami penurunan 7,8 persen.

Ia menjelaskan, penurunan ini terjadi pada tahun 2024, dengan jumlah kuota penerima bantuan iuran yang disiapkan hingga 195 ribu.

“Namun yang terdaftar itu 175 ribu jiwa, ini lah yang ditanggung Pemda. Masyarakat yang masuk faskes 3 ini adalah mereka yang tidak mampu,” kata Andi Pangerang, Selasa (2/6/2024).

Baca Juga : Helmy Pastikan Proyek Metro Kapsul Tidak Terkendala Pergantian Pemimpin

Dibandingkan tahun lalu, tidak ada kenaikan jumlah penerima bantuan iuran.

“Kenaikan sih tidak, memang kuotanya disiapkan segitu. Penggunaannya tidak sampai menghabiskan kuota tersebut. Sehingga kami rasa belum perlu menambah kuota,” ujarnya.

“Setiap bulan grafiknya relatif naik turun sesuai dengan masyarakat yang kurang mampu ada yang bekerja, itu otomatis akan dinonaktifkan, karena telah ditanggung oleh perusahaan. Sehingga per Juni ini 175 ribu jiwa,” ujar Andi.

Baca Juga : Gelar MIF, Danny Pomanto Ajak Investor Asing Tanam Modal di Makassar

Pihaknya telah melakukan rapat evaluasi koordinasi bersama BPJS dan pihak-pihak pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Satu fokus utama Dinsos adalah verifikasi dan sinkronisasi data penerima bantuan iuran (PBI) yang ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Tipe tiga ini dimulai di APBD, ini menjadi konsen kita karena kami di tahun 2023 itu memang kelebihan bayar dan itu sudah dinyatakan oleh BPK, sehingga kita akan konsentrasi dengan data tersebut. Intinya, apa yang menjadi kekurangan-kekurangan di tahun lalu itu mesti diperbaiki tahun ini,” jelasnya.

Baca Juga : Baru Diteken, Proyek Metro Kapsul Kota Makassar Target Grounbreking 2027

Kalau masalah pelayanan kesehatannya, lanjut Andi Pangerang, pihaknya menyerahkan ke Diskes. Sebab pihaknya lebih fokus pada verifikasi data.

“Karena kami bersama Dinas Dukcapil bertugas mengawal sinkronisasi data, yaitu data-data mana saja, masyarakat yang mana saja yang sudah menjadi pengguna BPJS baik di faskes dua dan tiga,” tandasnya.

PENULIS: NURSINTA

Baca Juga : Berjuang Selamatkan SD Pajjaiang, Pemkot Makassar Bakal Ajukan Bukti Baru ke Pengadilan

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda