Logo Harian.news

Ketika Gowa Hanya Punya 500 Meter Pantai

Dulu Raja Lautan, Kini Gowa Kehilangan Pesisirnya

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 25 Mei 2025 22:35
Pammandongang, potret masa lalu kejayaan maritm Kerajaan Gowa yang tertinggal ||yusrizal@harian.news
Pammandongang, potret masa lalu kejayaan maritm Kerajaan Gowa yang tertinggal ||[email protected]

HARIAN.NEWS, GOWA – Siapa sangka, daerah yang pernah menjadi pusat kejayaan maritim di masa silam, kini hanya menyisakan sepotong kecil pantai? Itulah realita yang terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan—bekas wilayah megah Kerajaan Gowa, kerajaan maritim terbesar di Indonesia Timur pada abad ke-16 hingga ke-17.

Kerajaan Gowa pernah berjaya dengan kekuatan armada lautnya, menguasai jalur perdagangan rempah-rempah, dan menjalin hubungan diplomatik hingga ke mancanegara. Namun, sisa-sisa kejayaan itu kini hanya bisa ditemukan di Pantai Pammandongang, Desa Salajangki, Kecamatan Bontonompo Selatan.

Pantai Pammandongang menjadi satu-satunya garis pantai yang masih masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Gowa. Menurut Alamsyah Ahmad Daeng Sipato, tokoh pemuda Bontonompo Selatan, garis pantai Gowa saat ini hanya tersisa sekitar 500 meter saja.

Baca Juga : Tokoh Adat Kabupaten Gowa Puji Sikap Om Betel

“Dulunya panjang pantai Gowa hampir satu kilometer. Tapi abrasi yang terjadi setiap tahun menyebabkan pesisir ini terus menyusut,” ujar Alamsyah.

Abrasi dan alih fungsi lahan di sepanjang garis pantai Sulawesi Selatan memang menjadi masalah serius. Sementara wilayah pesisir lainnya yang dulunya juga bagian dari pengaruh Kerajaan Gowa—seperti di sebelah barat Pammandongang—kini masuk ke wilayah administratif Kabupaten Takalar dan Kota Makassar.

“Secara historis, wilayah ini memang pernah satu dalam konteks kerajaan besar. Tapi saat ini, dominasi wilayah pantai yang membentang puluhan kilometer lebih banyak dimiliki Takalar dan Makassar,” tambah Alamsyah.

Sejarah Besar, Luas Pantai Menyusut

Baca Juga : Cium Tangan Suami, Bupati Gowa Sentuh Banyak Hati

Ironi sejarah ini menjadi refleksi penting bagi generasi masa kini. Betapa wilayah yang dulu dikenal sebagai “raja lautan” kini harus puas dengan garis pantai sepanjang setengah kilometer.

Sejumlah pemerhati sejarah dan lingkungan mendorong agar wilayah pesisir yang tersisa ini dijaga dan dikembangkan sebagai kawasan edukasi sejarah dan konservasi.

Panta Pammandongang bisa menjadi bukti hidup kejayaan Kerajaan Gowa sekaligus peringatan akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir dari ancaman abrasi dan eksploitasi. ***

Baca Juga : Nuansa Kerajaan Gowa Bakal Hiasi November 2025

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN

Follow Social Media Kami

KomentarAnda