Logo Harian.news

Dunia Dihantam Inflasi dan Konflik, OJK Tegaskan Ekonomi Domestik Tetap Stabil

Editor : Redaksi II Jumat, 06 November 2026 20:42
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. (Dok. IST)
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. (Dok. IST)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap solid dan berdaya tahan. Ketahanan ini terjaga meski perekonomian dunia dibayang-bayangi ketidakpastian tinggi akibat memanasnya konflik geopolitik, lonjakan inflasi, serta tren suku bunga global yang diperkirakan bertahan tinggi hingga 2027.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa dinamika global saat ini terus menekan pasar keuangan dunia. Kenaikan harga energi akibat konflik mendorong inflasi di beberapa negara maju—seperti Jepang dan Inggris—melampaui batas target mereka. Di sisi lain, ruang fiskal yang terbatas memaksa penyesuaian anggaran di kawasan Eropa, memicu gejolak sosial serta mendorong sentimen risk off pasar keuangan global.
“Kondisi sektor jasa keuangan nasional masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai tantangan eksternal,” ujar Friderica dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK yang digelar secara virtual.
Di tengah tekanan eksternal tersebut, indikator perekonomian domestik Indonesia justru terus mencatatkan kinerja positif dan relatif stabil. Ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026 tumbuh positif sebesar 5,47 persen secara tahunan (year on year/yoy), di mana seluruh sektor lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif.
Aktivitas manufaktur nasional juga melonjak drastis. Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 menyentuh level 54, menjadi capaian tertinggi sejak Maret 2024.
Selain itu, neraca perdagangan Indonesia terus mempertahankan tren surplus. Meski pola konsumsi rumah tangga bergeser lebih konservatif ke pemenuhan kebutuhan pokok, penjualan kendaraan bermotor—khususnya mobil listrik—tetap mencatatkan pertumbuhan yang solid.
Friderica menyimpulkan bahwa kombinasi surplus perdagangan, penguatan sektor manufaktur, dan pertumbuhan ekonomi yang terjaga menjadi bukti kuat bahwa fundamental ekonomi nasional memiliki benteng pertahanan yang kokoh dalam menghadapi gejolak pasar global.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news

Follow Social Media Kami

KomentarAnda