MAMASA, HARIAN.NEWS – Akibat diduga galian tanah di Kecamatan Pana, Desa Salutambun, mengakibatkan longsor.
Longsor sudah hampir satu Minggu lalu. Akibatnya empat desa dikabarkan terisolir. Ke-empat desa yang terisolir yakni Salutambun, Saloan, Ulusalu dan Usalu Indah.
Merespon itu, Anggota DPRD Mamasa, Fraksi Golkar, Jufri Sambo Ma’dika meminta kontraktor dana PEN jalan poros Tabang Pana, bertanggung jawab atas longsor yang terjadi.
Baca Juga : Komunitas Toraja – Mamasa di Pinrang Labuhkan Dukungan ke DIA
Hal itu diungkapkan Jufri Sambo Ma’dika (JSM) yang diwawancarai wartawan lewat Telepon WhatsAppnya, Jumat (12/ 06/2023).
“Mereka harus bertanggung jawab, karena lokasi longsor adalah bekas galian material kontraktor yang dipakai untuk pengerasan poros Ulusalu Pana,” tegas Jufri Sambo Ma’dika.
Ia menjelaskan bahwa longsor sudah hampir satu Minggu. Namun hingga kini belum ada alat yang membersihkan.
Baca Juga : Wanita Muda Asal Mamasa, Sulbar Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri
“Alat berat belum ada datang untuk membersihkan longsoran tersebut. Kasihan empat desa yang terisolir kalau tidak segera di bersihkan,” kata Jufri Sambo Ma’dika.
Jufri Sambo Ma’dika mendapat informasi kontraktor yang menangani dari PT. Maraja Boni.
“Sesuai informasi dari pengawas pekerjaan tersebut, kalau tidak salah PT Maraja Boni,” ungkap dia.
Baca Juga : Hujan Akibatkan Longsor di Desa Orobua, Gilingan Padi Warga Ikut Tertimbun
“Jika kontraktor tidak bertanggung jawab, maka saya dan masyarakat akan melaporkan perusahaan tersebut ke Polda Sulawesi Barat,” tegasnya.
Terkait ini, jurnalis masih menunggu informasi dari pihak dinas terkait.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
