HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Ketakutan tak selalu datang dari penampakan makhluk gaib. Dalam film horor-misteri “Hasut”, teror justru muncul dari bisikan yang memancing kecurigaan, membuka luka lama, hingga menghancurkan kepercayaan antarsahabat.
Film garapan penulis sekaligus sutradara Ilya Sigma ini sedang tayang di bioskop seluruh Indonesia, termasuk menjadi pilihan tontonan bagi penikmat film horor di Makassar.
Baca Juga : Aksi Horor dan Brutal “Tumbal Darah” Bikin Geger Warga Makassar
Berbeda dari film horor konvensional yang mengandalkan kemunculan entitas gaib, Hasut menggali sisi gelap manusia. Rasa tidak aman, trauma masa lalu, dan ketakutan yang terpendam menjadi sumber teror yang perlahan menguasai para tokohnya.
Cerita berpusat pada empat sahabat yang pergi ke hutan dengan harapan dapat memulihkan diri. Namun, suasana yang semula tenang berubah mencekam setelah mereka menangkap frekuensi ganjil dari sebuah alat komunikasi handy-talky (HT).
Suara misterius yang terdengar dari perangkat tersebut perlahan membuka luka lama masing-masing. Hubungan yang sebelumnya dibangun atas dasar persahabatan mulai dipenuhi kecurigaan dan saling menghakimi. Mereka pun terjebak dalam situasi ketika naluri bertahan hidup mengalahkan rasa percaya.
Baca Juga : Tayang 10 Hari, Film Qodrat 2 Tembus 1,7 Juta Penonton
Ilya Sigma mengatakan, suara yang tidak diketahui asalnya dapat memicu ketakutan karena memberi ruang bagi imajinasi untuk berkembang.
“Secara personal, aku lebih takut sama sesuatu yang aku bayangkan daripada yang aku lihat langsung. Ketika suara misterius itu masuk dan mengambil ruang di kepala kita, di situlah teror yang sebenarnya dimulai. Imajinasi kita sendiri yang menciptakan ketakutan tersebut,” ungkap Ilya.
Diproduksi Tuta Films dengan Putrama Tuta dan Siera Tamihardja sebagai produser, Hasut dibintangi sejumlah aktor, di antaranya Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova.
Baca Juga : Netflix Hadirkan Deretan Film Baru Menarik di Februari 2025
Kevin Ardilova memerankan Derry, seorang pemuda yang masih membawa luka akibat perundungan (bullying) sejak kecil. Pengalaman tersebut membentuk cara Derry memandang dirinya sendiri dan memengaruhi sikapnya ketika menghadapi orang lain.
Karakter Derry juga menggambarkan sosok yang cenderung berusaha menyenangkan orang lain (people-pleaser) dan terlalu memikirkan suara di sekitarnya hingga kesulitan mempercayai penilaiannya sendiri.
“Derry ini seorang adik yang dulu sering di-bully. Perasaan tertindas itu yang ia bawa-bawa sampai dewasa. Kemarahan atas masa kecilnya memengaruhi setiap sikapnya,” ujar Kevin.
Baca Juga : Film “Pengantin Iblis” Hadirkan Sensasi Horor Mencekam
Melalui perpaduan horor, misteri, dan konflik emosional, Hasut mengajak penonton menyelami batas tipis antara suara hati dan bisikan yang menyesatkan. Film ini menghadirkan pertanyaan tentang seberapa kuat seseorang mempertahankan kepercayaan ketika rasa takut dan luka masa lalu mulai mengambil alih pikirannya.
Bagi penonton di Makassar, Hasut dapat menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai film horor dengan ketegangan psikologis, ketika ancaman tidak hanya datang dari sesuatu yang tak terlihat, tetapi juga dari pikiran dan hubungan antarmanusia.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
