Logo Harian.news

Film Menang Untuk Kalah Angkat Isu Judi Online dan Gaya Hidup Konsumtif

Editor : Redaksi II Kamis, 05 November 2026 18:41
Proses wawancara dengan pemain film Menang untuk Kalah. (Dok. Gita/HN)
Proses wawancara dengan pemain film Menang untuk Kalah. (Dok. Gita/HN)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Terinspirasi dari berbagai realitas sosial di masyarakat, Para Kreator mempersembahkan film drama keluarga terbaru berjudul “Menang Untuk Kalah”.

Film ini menyoroti kisah tragis seorang kepala keluarga bernama Bima yang terperangkap dalam lingkaran hitam judi online (judol) akibat tidak mampu mengontrol nafsu dan gaya hidup konsumtif.

Cerita bermula ketika Bima memaksakan diri membeli rumah di klaster mewah, memborong perabotan baru, hingga mengganti kendaraan secara kredit.

Padahal, ia sangat menyadari bahwa kemampuan finansialnya belum mumpuni. Akibat besar pasak daripada tiang, pemasukan bulanan tak mampu menutupi cicilan, hingga biaya pokok keluarga pun harus dikorbankan.

Di tengah tekanan finansial yang menipis dan tenggat waktu cicilan, musibah datang menghantam. Berharap mendapat jalan keluar instan, Bima justru memilih judi online sebagai jalan pintas.

Alih-alih mereda, masalah justru berlipat ganda, memicu tekanan psikologis, trauma, dan ketakutan hebat yang tidak hanya menghancurkan Bima, tetapi juga menyeret orang-orang tercinta di sekelilingnya.

Melalui film ini, para pembuat film ingin menyampaikan pesan krusial tentang pentingnya pertimbangan matang dalam pengambilan keputusan, pengendalian diri, serta komunikasi yang sehat antaranggota keluarga.

“Melalui ‘Menang Untuk Kalah’, kami ingin berbicara jujur kepada masyarakat tentang bagaimana keputusan impulsif dan godaan instan seperti judi online dapat menghancurkan fondasi sebuah keluarga,” ungkap Hasto Broto, selaku Produser sekaligus Sutradara film ini.

Selanjutnya, Surya Saputra sebagai Bima (kepala keluarga) menuturkan, film ini mengajak masyarakat untuk melek digital dan tidak tergoya judi online yang bisa menjadi awal dari masalah hidup.

“Kami juga mengemas cerita ini bukan sebagai tontonan yang menggurui, melainkan sebagai cerminan realitas agar penonton bisa lebih waspada dan saling menguatkan dalam keluarga,” jelasnya saat ditemui awak media di XXI TSM Makassar, Kamis (05/11/2026).

Film ini juga direncanakan akan tayang serentak pada Kamis, 19 November 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

Sinopsis Film Menang untuk Kalah

Ketika hasrat memiliki tempat tinggal mewah sudah tak tertahan, Bima (Surya Saputra) memutuskan membeli rumah di klaster eksklusif dan melengkapinya dengan berbagai barang baru secara kredit. Padahal, ia sadar secara finansial dirinya belum siap.
Dewi (Lulu Tobing), sang istri, bersama kedua anak mereka, Reina (Putri Ziani) dan Rako (Ajil Ditto), sempat merasa gembira dan bangga mengira sang kepala keluarga sedang mendapat rezeki besar. Namun kebahagiaan itu seketika runtuh saat musibah dan masalah bertubi-tubi datang.
Kepanikan melanda akibat cicilan menumpuk. Bima yang kebingungan memilih judi online sebagai jalan pintas, yang justru menjerumuskannya ke dalam pusaran masalah yang lebih runyam.
Kekecewaan mendalam membuat Dewi memutuskan mengungsi ke rumah ibunya bersama Reina, sementara Rako memilih mendampingi sang ayah. Di sisi lain, sang mertua, Eyang Lastri (Yessy Gusman), mulai diliputi tanda tanya besar atas prahara yang menimpa keluarga anaknya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news

Follow Social Media Kami

KomentarAnda