HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan terus merangkak naik. Kondisi ini menyebabkan pedagang resah dan sejumlah pembeli atau konsumen mulai mengeluh.
Pantauan Harian.news, dibeberapa pasar dari Pasar Terong, Pa’baeng baeng, Pasar Pettarani dan Pasar Tumpah Minasa Upa, mulai merangkak naik, harga beras kini menyentuh Rp14 perliter dan Rp18 ribu perkilogram.
Kenaikan melanda seluruh jenis beras baik medium maupun jenis premium. Harga termurah Rp15 ribu perkilogram, untuk perliter harga termurah Rp12.500.
Baca Juga : Harga Beras di Makassar Merangkak Naik, Pengamat Harap tak Ada Campur Tangan Mafia
“Ada yang naik Rp1000 dan ada yang naik Rp2000,” terang Idho.
Pedagang beras di Pasar Pettarani Idho (42) mengatakan, harga beras naik bertahap sejak bulan Januari hingga bulan Februari.
“Jadi memang sudah mulai kita rasa itu sejak Januari, sampai sekarang Februari, justru sekarang bertambah lagi,” ungkap Idho saat ditemui di lapaknya, Minggu (25/2/2024).
Idho juga mengakui, pelanggan berasnya kini mulai berkurang, bahkan ada juga yang tetap membeli tetapi memilih harga beras yang lebih murah.
“Biasanya ada usaha tempat makan yang juga ambil beras sampai 4 sampai 5 karung, sekarang ada yang cuma ambil setengah sampai sampai cuma 1 karung,” ujarnya.
Sementara, Pembeli Rasdiana (33) mengaku khawatir jika harga beras di Kota Makassar yang terus mengalami kenaikan harga.
“Takut juga kalau harga beras terus terus naik, ini sajakan sudah hampir 20 ribu dipasar, nanti harga beras tidak turun turun lagi,” Khawatirnya.
Sedangkan menurutnya, Sulawesi Selatan merupakan salah satu penghasil beras.
“Kan kita disini (Sulsel) banyak yang tanam padi, tapi harga beras terus naik,” tandasnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
