Logo Harian.news

HARIAN SEJARAH

12 Mei dalam Sejarah, Tragedi Trisakti hingga Hari Perawat Internasional

Editor : Andi Awal Tjoheng Selasa, 12 Mei 2026 11:28
Pada 12 Mei 1998, empat mahasiswa Universitas Trisakti—Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie—tewas tertembak dalam demonstrasi menuntut reformasi. (tangkaplayar_YouTube@Matahatipemuda)
Pada 12 Mei 1998, empat mahasiswa Universitas Trisakti—Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie—tewas tertembak dalam demonstrasi menuntut reformasi. (tangkaplayar_YouTube@Matahatipemuda)

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Tanggal 12 Mei bukan sekadar angka dalam kalender. Bagi Indonesia, tanggal ini adalah luka yang tak kunjung kering sekaligus simbol perlawanan. Bagi dunia, 12 Mei adalah pengingat tentang pengorbanan, solidaritas, dan bencana yang mengubah peradaban.

Dari Tragedi Trisakti yang memicu reformasi hingga Hari Perawat Internasional yang menghormati Florence Nightingale, 12 Mei menyimpan narasi kompleks tentang perjuangan kemanusiaan dan perubahan besar.

Trisakti 1998: Darah yang Mempercepat Reformasi

Baca Juga : Pro Kontra Mantan Presiden RI Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Bagi rakyat Indonesia, 12 Mei 1998 adalah hari kelam yang tak terlupakan. Empat mahasiswa Universitas Trisakti—Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie—tertembak mati saat memimpin demonstrasi menuntut reformasi dan penurunan Soeharto.

Peristiwa berdarah di kampus Jalan Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat itu memicu gelombang kemarahan nasional. Demonstrasi meledak di berbagai kota, diikuti kerusuhan Mei 1998 yang akhirnya memaksa Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.

Hingga kini, Tragedi Trisakti dikenang sebagai simbol perjuangan demokrasi dan hak asasi manusia. Keempat mahasiswa tersebut ditetapkan sebagai Pahlawan Reformasi, sementara 12 Mei menjadi momentum refleksi tentang harga sebuah perubahan.

Baca Juga : Diprakarsai Ketua DPRD Makassar, Jalan Sehat 25 Tahun Reformasi di Losari Bertabur Hadiah

Florence Nightingale dan Lahirnya Hari Perawat Internasional

Di tengah duka Trisakti, 12 Mei juga menyimpan cerita tentang pengabdian. Tanggal ini dipilih sebagai Hari Perawat Internasional karena bertepatan dengan kelahiran Florence Nightingale pada 12 Mei 1820 di Firenze, Italia.

Florence adalah pelopor keperawatan modern yang mengubah wajah dunia kesehatan. Saat Perang Krimea (1853-1856), ia merawat tentara Inggris dengan menerapkan standar sanitasi ketat dan sistem pencatatan medis revolusioner. Hasilnya dramatis: angka kematian turun dari 42% menjadi 2%.

International Council of Nurses (ICN) menetapkan 12 Mei sebagai Hari Perawat Internasional sejak 1974. Setiap tahun, jutaan perawat di seluruh dunia memperingati hari ini sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan kemanusiaan.

Blokade Berlin Berakhir: Kemenangan Solidaritas Barat

Dalam sejarah Perang Dingin, 12 Mei 1949 menandai berakhirnya Blokade Berlin yang telah berlangsung hampir satu tahun. Uni Soviet memutus semua akses darat ke Berlin Barat pada 24 Juni 1948, berusaha memaksa Sekutu Barat meninggalkan kota tersebut.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda