Oleh karena itu, kegiatan yang berfokus pada tindakan sosial akan lebih banyak diadakan, termasuk bagi-bagi takjil, lomba adzan, hingga kompetisi cerdas cermat yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menyenangkan.
Gerakan “Satu Jam Tanpa Gawai”
Baca Juga : Dilema Media Sosial bagi Anak: Antara Kreativitas dan Ancaman Mental
Di tengah berkembangnya teknologi, pemerintah juga menekankan pentingnya interaksi sosial di dunia nyata. Salah satu ajakan menarik yang akan diterapkan selama Ramadan adalah gerakan “Satu Jam Tanpa Gawai”.
Dalam gerakan ini, siswa diminta untuk berinteraksi lebih banyak di luar layar digital, seperti bermain atau berdiskusi dengan teman-teman mereka secara langsung.
Skema Pembelajaran Ramadan 2026
Baca Juga : Kalender Ramadan 2026: Perhitungan Awal Puasa dan Jadwal Imsakiyah
Pemerintah telah menetapkan jadwal pembelajaran yang berbeda untuk bulan Ramadan 2026, dengan rincian sebagai berikut:
18 – 20 Februari 2026: Pembelajaran dilaksanakan di luar sekolah, seperti tugas mandiri atau kegiatan lapangan.
23 Februari – 16 Maret 2026: Pembelajaran tatap muka di sekolah dengan fokus pada penguatan karakter dan materi keagamaan.
Baca Juga : Mendikdasmen Tegaskan Tidak Ada Libur Sekolah Selama Ramadan, Akan Ada Pembelajaran Khusus
23 – 27 Maret 2026: Libur pasca-Ramadan untuk menyambut Idulfitri.
Pesan untuk Daerah: Fleksibel dalam Penerapan
Pemerintah daerah dan kepala sekolah diharapkan tidak kaku dalam menerapkan aturan baru ini.
Baca Juga : Capaian Pendidikan Inklusif Pemkot Makassar Tuai Pujian dari KND RI
Meskipun pedoman umum sudah ditetapkan, setiap daerah diminta untuk menyesuaikan kebijakan dengan kondisi lokal, namun tetap menjaga substansi bahwa Ramadan adalah waktu untuk fokus pada pendidikan karakter dan rohani, bukan sekadar akademik.
Dukungan Penuh dari Kementerian Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, juga memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan ini.
Ia menekankan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang inklusif, tidak hanya mengajarkan pelajaran akademik, tetapi juga mengembangkan karakter dan moral siswa dengan cara yang menyenangkan dan bermanfaat. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

