Logo Harian.news

19 Oktober – 26 Oktober 2024

Insert Institute Rilis Survei Pilkada Makassar, MULIA Teratas, SEHATI Salip INIMI: Efek Prabowo Berikan Pengaruh

Editor : Redaksi Minggu, 03 November 2024 17:06
Direktur Riset dan Data Insert Institute, Reskiyanti Nurdin merilis survei, Minggu (3/11) pagi. (Dok. Ist)
Direktur Riset dan Data Insert Institute, Reskiyanti Nurdin merilis survei, Minggu (3/11) pagi. (Dok. Ist)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Lembaga Insert Institute merilis hasil survei terbaru Pilkada Makassar 2024 yang tersisa 24 hari lagi pencoblosan.

Survei ini dilakukan pada 19 sampai 26 Oktober 2024 dengan populasi warga yang diwawancara minimal 17 tahun atau sudah menikah serta bukan anggota TNI/Polri.

Dengan jumlah sampel dalam survei ini adalah 2400 responden dan tersebar di 15 kecamatan Kota Makassar. Serta dengan menggunakan metode Stratified Random Sampling, margin of error +/-2% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Baca Juga : Ketegasan Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Bencana, Akhiri Era Kebal Hukum ‘Perusak Lingkungan’

Direktur Riset dan Data Insert Institute, Reskiyanti Nurdin dalam paparan surveinya mengatakan metode yang digunakan berbeda dari yang dilakukan survei lainnya.

“Hasilnya dapat berbeda karena metode yang kami lakukan stratified random sampling. Populasi (sampling) dibagi menjadi sub kelompok yang homogen berdasarkan karakteristik usia di 15 kecamatan yang dipilih secara random,” ucap mengawali peparannya di Mercure Nexa Pettarani Makassar, Minggu (3/11/2024) pagi.

Pilihan metodologi survei ini, alasannya bahwa masyarakat Makassar tidak homogen dan pilihan sangat mungkin berbeda berdasarkan usianya, juga klasifikasi berdasarkan generasi.

Baca Juga : Presiden Prabowo: Tim Pertanian Contoh Kerja Pemerintah yang Berprestasi dan Membanggakan

“Dengan pendekatan ini kami berusaha mendekati preferensi masyarakat berdasarkan strata usianya,” lanjutnya.

Ia menyebutkan dalam simulasi surat suara diantara empat pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, jika pemilihan dilaksanakan hari ini siapa yang akan dipilih.

Baca Juga : Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya, Tegaskan Transformasi Pertanian Modern

Hasilnya, pasangan calon Munafri Arifuddin – Aliyah Mustika Ilham (MULIA) menenmpati urutan pertama memiliki persentase 39,2%.

Sementara diurutan kedua ditempati oleh Andi Seto Gadhista Asapa – Rezki Mulfiati Lutfi (SETIA) dengan presentase 30,5% lalu disusul Indira Yusuf Ismail – Ilham Ari Faudi (INIMI) 17,7%, dan posisi keempat Muh Amri Arsyid – Rahman Bando (AMAN) 4% sementara tidak tahu atau tidak jawab sebanyak 8,6%.

“Jika melihat trend elektabilitas Andi Seto yang pada 4 bulan lalu masih dibawah 5%, kemudian pada bulan Agustus naik ke sekitar 17% an, dan sekarang sudah tembus ke angka 30% an, cukup memberi gambaran bahwa calon yang diusung Gerindra itu sangat mengancam pasangan Munafri-Aliyah yang selisihnya tinggal 9%,” jelas Eky sapaannya.

Baca Juga : Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

“Trend elektabilitas Andi Seto yang naik, juga terlihat dari posisinya yang sudah berhasil menyalip Indira Yusuf Ismail yang dalam simulasi berpasangan dengan Ilham Ari Fauzi harus puas di angka 17,7%,” lanjutnya.

Ia menambahkan yang unik dari hasil ini yang membuat pasangan nomor urut dua yang diusung partai Gerindra, NasDem, PAN dan PSI merangsek naik di kategori pemilih pemula atau gen z.

“Jadi kalau kategori usia yang 17 sampai 20 itu, disitu yang keunggulannya Andi Seto,” sambungnya.

Dalam rilisnya, ada 94,7 persen yang mengetahui Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto dan sisanya 5,3 persen yang tidak mengetahui.

Selanjutnya pengaruh Prabowo sebagai presiden saat ini terhadap pemilihan wali kota Makassar, 43,2 persen cukup berpengaruh, 4,1 persen sangat berpengaruh, 11,9 persen kurang berpengaruh, 17,4 persen tidak berpengaruh sama sekali dan 23,4 persen tidak tahu.

“Nah ini yang kami baca itu sepertinya memang ada efek Prabowo disitu. Pemenangan Prabowo kemudian sebagai ketua umum partai Gerindra,” katanya.

Sementara Andi Ali Munarto hadir sebagai penanggap menyampaikan rilis survei yang dilakukan Insert Institute relatif berani karena ada perbedaan dari rilis survei sebelumnya di Makassar.

“Betapa beraninya (insert) keluar dari pakem yang kita ketahui sebelumnya berbeda dari 3 rilis survei terakhir,” kata Andi Ali.

Dia menyebutkan banyak metodologi survei dapat dilakukan dan akan berpengaruh hasil yang berbeda. Cara yang dilakukan insert dengan stratified random sampling sambung akademisi ini biasa dilakukan survei untuk kebijakan produk tertentu.

“Keluar pakem, karena umumnya biasa (survei) memakai multistage sampling. Sementara insert biasa dilakukan survei kebijakan produk tertentu, respondennya ditentukan. Ditentukan dulu responden berdasarkan strata dan usia,” ucapnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda