HARIAN.NEWS – Bertepatan dengan tanggal 27 Rajab, umat Islam di seluruh dunia memperingati Isra Mi’raj.
Isra Mi’raj merupakan satu istilah untuk menggambarkan 2 kejadian penting, yakni perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam satu malam.
Baca Juga : Jokowi Arahkan Relawannya Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode
Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nassarudin Umar. Mengatakan bahwa inti yang utama dalam Isra Mi’raj adalah ibadah shalat.
Nassarudin juga menjelaskan bahwa momen peringatan tersebut juga berkaitan erat dengan aspek kebangsaan, khususnya di momen pemilu saat ini. Meskipun dilalui dengan perbedaan pilihan, namun kiranya dapat berakhir dengan suasana kebatinan yang damai.
Isra Mi’raj mengajarkan bangsa ini untuk dapat lebih baik lagi, menjadi bangsa yang kuat dalam berbagai aspek.
Baca Juga : Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah
Adapun salah satu langkahnya adalah dengan memperkuat hubungan spiritual antara seorang hamba dengan Tuhannya, dan memperkuat hubungan manusia dengan sesamanya.
Ibadah shalat mengajarkan tentang bagaimana cara mendekatkan diri dengan Tuhan, dan juga mempunyai dimensi sosial.
Isra Mi’raj kiranya dimaknai sebagai momentum meningkatkan derajat bangsa ini, melalui penguatan hubungan spiritual dan hubungan sosial kemanusiaan.
Baca Juga : Laporkan Pengelolaan Dana Hibah, Bawaslu Makassar Tekankan Efisiensi Anggaran
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

