Logo Harian.news

Studium Generale STIA Abdul Haris

Jadikan Kebutuhan Pokok Gerakan Literasi Baca dan Menulis

Editor : Redaksi Sabtu, 03 September 2022 20:02
Jadikan Kebutuhan Pokok Gerakan Literasi Baca dan Menulis

MAKASSAR, HARIANEWS.COM – Tokoh literasi asal Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma atau akrab disapa BAK membawakan kuliah umum bertajuk studium generale yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Abdul Haris di aula Perpusatakaan dan Arsip Sulsel di Jl Sultan Alauddin, Sabtu (3/8/2022) pagi.

Selain acara studium generale, juga dilaksanakan pelantikan pejabat struktural STIA Abdul Haris.

Dihadapan civitas akademika STIA Abdul Haris, BAK memberikan motivasi bahwa ekosistem simulasi literasi dimulai dari kebiasaan-kebiasaan. Demikian gerakan membaca dan menulis menjadi siklus di masyarakat dengan memulai dari yang kecil.

Baca Juga : Penjara Baru Anak

Sehingga kata BAK, STIA menjadi strategis mengembangkan gerakan literasi membaca dan menulis dengan kearifan lokal.

Ia mengungkapkan ada 3.000 an lebih perpustakaan di Sulsel, namun belum berhasil mendongkrak budaya literasi membaca.

“Karena belum menempatkan budaya baca sebagai kebutuhan pokok. Sehingga survei indeks keterbacaan kita di Sulsel, kalah dari DKI, Yogyakarta, Kalimantan,” kata BAK.

Baca Juga : Komunitas Guru Literat Parangloe Gelar FLASH ke Sekolah-Sekolah

“Kebutuhan pokok, membaca. Tidak ada permulaan baik tanpa proses, dengan pembiasaan harus dilakukan. Kita disiplin, wajib, apapun resiko tetap membaca buku setiap hari dan menulis, kita komitmen,” kuncinya.

Mengenai pengembangan STIA Abdul Haris ke depan, BAK menitipkan dua poin penting untuk seluruh civitas akademika, yakni komitmen/ keinginan dan action.

“Saya yakin dan percaya, bapak dan ibu yang baru saja dilantik sebagai pejabat struktural STIA Abdul Haris punya kompetensi memajukan perguruan tinggi ini,” kata BAK.

Baca Juga : Inovasi “Halte Literasi” SDN Rappocini Raih Penghargaan IMA 2023 dari Pemkot Makassar

Untuk memajukan kampus ini, tambah BAK, perlu diawali dengan keinginan atau mimpi-mimpi yang kemudian diwujudkan dengan aksi nyata.

“Punya mimpi besar itu penting, tapi harus disertai dengan action,” tegasnya.

Sekjen Asosiasi Penulis Profesional ini mengisahkan pengalamannya bertemu mantan PM Malaysia, Mahathir Mohammad yang namanya sangat populer, termasuk di Indonesia.

Baca Juga : Tingkatkan Minat Baca Dengan Kolaborasi Literasi di Desa Moncobalang

“Mengapa Mahathir Mohammad sangat melegenda di Malaysia, karena beliau meninggalkan banyak legacy. Antara lain memprakarsai berdirinya Menara Kembar yang jadi ikon di Kota Kuala Lumpur,” katanya.

Kisah-kisah seperti ini harus menjadi inspirasi bagi pengelola STIA Abdul Haris untuk mengembalikan kejayaan kampus ini,” harapnya.

Sementara Ketua STIA Abdul Haris, Ismail Suardi Wekke dalam sambutannya mengatakan rasa syukur bahwa sejak dilantik 4 Juni 2022 lalu sampai saat ini tahapan lazimnya perguruan tinggi berjalan baik.

“Dari sebelumnya merah, sekarang PDPT (pangkalan data perguruan tinggi) sudah biru. Artinya dosen kita bahkan sudah melampaui,” sambungnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda