Logo Harian.news

Kalau Tidak Bisa Verifikasi, Jangan Bicara Fakta

Editor : Andi Awal Tjoheng Rabu, 25 Maret 2026 18:38
Bang Har:(Komunitas Penulis Kampung Sulsel) ||ist
Bang Har:(Komunitas Penulis Kampung Sulsel) ||ist

Di sisi lain, jurnalis harus punya empati. Tidak semua hal harus ditulis dengan cara yang keras atau sensasional. Ada perasaan orang lain yang harus dijaga. Ada batas-batas etika yang tidak boleh dilanggar, terutama dalam kasus yang menyangkut keluarga, anak-anak, atau korban.

Banyak orang mengira jurnalis itu bebas menulis apa saja. Padahal ada aturan, ada kode etik yang harus dipegang. Tidak boleh memfitnah, tidak boleh mencampuradukkan fakta dengan opini, dan tidak boleh membangun opini seolah-olah itu adalah fakta.

Menjadi jurnalis juga berarti siap bekerja di situasi yang tidak nyaman. Panas, hujan, malam hari, bahkan di tempat yang berisiko. Tidak semua liputan dilakukan di ruang yang nyaman. Kadang harus turun langsung ke lapangan, melihat kondisi sebenarnya, dan merasakan sendiri apa yang terjadi.

Baca Juga : Putusan MK Perkuat Perlindungan Hukum Wartawan, Cegah Kriminalisasi Jurnalisme

Selain itu, jurnalis juga harus terus belajar. Dunia berubah, isu berubah, cara kerja juga berubah. Kalau tidak mau belajar, akan tertinggal. Jurnalis harus peka terhadap perkembangan, tapi tetap berpegang pada prinsip dasar: kebenaran.

Di era digital seperti sekarang, tantangan jurnalisme semakin berat. Informasi begitu cepat menyebar. Siapa saja bisa menulis, siapa saja bisa menyebarkan kabar. Tapi tidak semua orang adalah jurnalis. Yang membedakan adalah proses dan tanggung jawab.

Jurnalis tidak hanya menulis apa yang ia lihat, tapi juga memikirkan dampaknya. Tidak hanya mengejar perhatian, tapi menjaga kepercayaan. Karena sekali kepercayaan hilang, sangat sulit untuk mendapatkannya kembali.

Baca Juga : AI Hanya Sebagai Alat Bantu, Wartawan Berintegritas Taat Kode Etik Jurnalistik

Menjadi jurnalis bukan pekerjaan yang selalu terlihat hebat. Kadang melelahkan, kadang tidak dihargai, bahkan kadang disalahpahami. Tapi di balik itu, ada peran penting: menjaga agar informasi tetap benar, agar publik tidak tersesat oleh kabar yang tidak jelas.

Pada akhirnya, jurnalisme bukan hanya soal profesi, tapi soal sikap. Sikap untuk jujur, untuk adil, dan untuk bertanggung jawab. Verifikasi adalah kewajiban, sumber harus jelas, dan sikap tidak menghakimi harus dijaga.

Karena setiap berita bukan hanya tulisan, tapi juga amanah. Dan amanah itu harus dijaga sebaik mungkin. ***

Baca Juga : Kebebasan Pers adalah Harga Mati

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN

Follow Social Media Kami

KomentarAnda