HARIAN.NEWS, NGAWI – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Gempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan mendukung percepatan tanam padi nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran dan Mentan Amran kompak melakukan penanaman padi. Keduanya terlihat mendorong alat tanam padi rice transplanter bersama petani di lahan Kelompok Tani Nglencong Sari.
Baca Juga : Trade Misinvoicing Mengancam, Gibran: Ada Arus Gelap di Balik Ekspor-Impor
Dalam penanaman ini, petani memanfaatkan varietas unggul Inpari 32 dengan produktivitas mencapai 8–8,5 ton per hektare.
Wapres Gibran menekankan bahwa pemerintah akan terus turun ke lapangan dan memastikan kebutuhan petani terpenuhi. Hal ini juga sebagai langkah untuk mendorong semangat petani dalam meningkatkan produksi dalam negeri.
“Beberapa minggu ini, saya dan Pak Menteri Pertanian keliling ke beberapa lokasi. Minggu lalu kita ke NTT ya Pak ya. Kita memastikan pupuknya lancar, airnya, irigasinya lancar, panen, produksinya baik,” ucapnya.
Baca Juga : Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Gibran di Istiqlal Jakarta
Wapres Gibran menyampaikan bahwa pertanian telah menunjukkan capaian luar biasa. Namun, ia membuka pintu bagi petani dan masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan agar dapat ditindaklanjuti pemerintah guna peningkatan sektor pertanian ke depan.
“Bapak Ibu, ini PR (pekerjaan rumah) belum kita selesaikan semua, di beberapa tempat masih ada permasalahan, tapi nanti atas masukan dari Bapak Ibu, InsyaAllah kita carikan solusinya satu per satu. Bibit, pupuk, apapun itu nanti kita carikan solusinya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran menyampaikan bahwa Kabupaten Ngawi merupakan daerah strategis dalam mendukung produksi padi nasional. Dengan luas panen mencapai 123 ribu hektare dan produktivitas rata-rata 6,22 ton per hektare, Ngawi berperan penting dalam penyediaan beras nasional.
Baca Juga : Kementan Genjot Hilirisasi 7 Komoditas, Anggaran Rp9,5 T
“Ngawi adalah terbaik, karena bisa panen 7 kali dalam 2 tahun, dan produktivitasnya tertinggi. Mudah-mudahan bisa kita pertahankan dan tingkatkan,” ungkap Mentan Amran.
Untuk itu, pemerintah akan terus berupaya mengakomodasi bantuan sarana produksi dan mekanisasi, termasuk pompa, benih unggul, dan alsintan. Sepanjang tahun 2024 dan 2025, Kabupaten Ngawi telah menerima berbagai bantuan dari Kementerian Pertanian, yaitu benih padi, traktor roda dua dan empat, pompa air, electric handsprayer, serta irigasi perpompaan dan perpipaan.
Dengan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan penuh dari para petani, Kabupaten Ngawi diharapkan terus menjadi salah satu motor penggerak swasembada pangan nasional.
Baca Juga : Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara, Nilai Tembus Rp18,2 Miliar
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

