HARIAN.NEWS, JAKARTA – Sosok komika kelahiran Manado, Rony Imanuel atau yang terkenal dengan sebutan Mongol Stres, resmi menduduki jabatan strategis di tubuh Partai Solidaritas Indonesia.
Komika Mongol Stres dipercaya menduduki posisi strategis di jajaran Dewan Pengurus pusat (DPP) PSI untuk periode 2025, mengemban amanah di Bidang Industri Kreatif.
Langkah tersebut menandai keseriusan sosok Mongol Stres dalam dunia politik, sekaligus menjadi sinyal kuat dari PSI dalam merangkul dan mengembangkan sektor ekonomi kreatif di Indonesia saat ini.
Baca Juga : Ada Nama Mulyono di Daftar Calon Ketua Umum PSI
Kepastian hukum atas kepengurusan baru tersebut datang pasca Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) pada Sekjen DPP partai berlambang gajah, Raja Juli Antoni, pada 10 Oktober 2025, di kantor Kemenkumham, Jakarta.
“Surat keputusan ini mencakup Anggaran Dasar, lambang partai yang baru, serta susunan kepengurusan,” jelas Supratman Andi Agtas.
Diketahui, sebelum menduduki strategis di DPP partai berlambang gajah tersebut, Mongol pernah mencoba peruntungan sebagai calon anggota legislatif di Pemilu 2025 lalu.
Baca Juga : PSI dan PPP Jagokan Jokowi untuk Calon Ketua Umum
Saat itu langkahnya terhenti karena alasan yang sangat personal, dalam pengakuannya Mongol Stres menyebut bahwa ia tidak mendapat restu dari orang tuanya untuk dapat mencalonkan diri sebagai Wakil Rakyat.
Ia menceritakan bahwa orang tuanya merasa khawatir tekait citra negatif oknum anggota dewan yang kerap terjerat masalah hukum termasuk kasus korupsi.
Di jabatan strategis yang didudukinya saat ini, ia memiliki panggung yang berbeda dalam menyalurkan aspirasinya.
Baca Juga : Muncul Wacana Jokowi Jadi Calon Ketua Umum PSI
Mongol tidak lagi berjuang untuk satu kursi di parlemen, namun turut andil membesarkan partai, dan merumuskan arah kebijakan partai khususnya di sektor industri kreatif.
Ditujuknya komika Mongol Stres dinilai sebagai langkah strategis PSI untuk mendekatkan diri dengan para pelaku industri kreatif, mulai seniman, musisi, dan pekerja hiburan lainnya yang potensinya dianggap besar bagi perekonomian nasional.
Baca Juga : Ini Alasan Komika Eky Speak Up Setelah Bungkam 16 Tahun
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
