HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kebakaran hebat kembali melanda Kota Makassar, Sabtu (26/4/2025). Sekitar pukul 13.15 Wita, api melahap deretan rumah di Jalan Mangerangi Lorong 9, Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate.
Sebanyak tujuh rumah warga hangus terbakar, yang mengakibatkan tiga orang luka berat dan puluhan jiwa terdampak.
Informasi kejadian pertama kali diterima Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar pada pukul 13.45 Wita. Tak butuh waktu lama, 15 armada dari Mako Damkar dan satu unit rescue dikerahkan ke lokasi, bersama enam regu personel.
Baca Juga : Terbawa Arus hingga Barombong, Anak Tenggelam di Pattingalloang Ditemukan di Pesisir Makassar
Mereka tiba di lokasi pada pukul 14.05 Wita dan berhasil mengendalikan kobaran api pada pukul 14.19 Wita.
“Api begitu cepat membesar karena kepadatan rumah di lorong tersebut, ditambah cuaca siang yang panas,” ujar Hasanuddin, perwakilan Damkar Kota Makassar, saat ditemui di lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, menyebut bahwa kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di salah satu rumah.
Baca Juga : Kabut Tebal dan Hujan, Tim SAR Tetap Bertahan di Puncak Bulusaraung
“Saat ini, dugaan sementara penyebabnya adalah hubungan pendek arus listrik. Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, sebanyak 8 kepala keluarga (KK) atau 25 jiwa terdampak. Korban luka berat terdiri atas Pipin (45 tahun), mengalami luka bakar di kepala, Uchy (30 tahun) mengalami luka bakar di tangan dan paha serta, petugas Damkar Musawwir, mengalami luka robek di tangan saat proses pemadaman.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil cukup besar dengan tujuh rumah dilaporkan rusak berat. Selain itu, listrik di sekitar lokasi padam total akibat kebakaran.
Baca Juga : Update Pencarian Pesawat ATR: Serpihan dan Potongan Badan Ditemukan
Berdasarkan laporan tim assessment BPBD, kebutuhan mendesak yang dibutuhkan para korban meliputi family kit, perlengkapan pertolongan pertama, dan tenda terpal untuk penanganan darurat.
Evakuasi dan pemadaman melibatkan unsur BPBD Makassar, Damkar Kota Makassar, Dinas Sosial, TNI/Polri, PLN, serta aparat kelurahan dan RT/RW setempat.
“Kami terus berkoordinasi untuk memastikan semua korban mendapat bantuan secepatnya,” tambah Hendra.
Baca Juga : Mesin Kapal Mati, Lima Nelayan Nyaris Terjebak di Laut, BPBD Bergerak Cepat
Hingga berita ini diturunkan, suasana di lokasi kebakaran masih dipenuhi aroma asap kebakaran dan puing-puing bangunan yang menghitam.
PENULIS: NURSINTA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
